Cahkwe Tercipta Karena Fitnah

andrew   08 Agustus 2019 Food Story

.

Sarapan memang penting bagi manusia yang akan menjalani aktivitas. Karena setiap aktivitas akan memakan banyak energi. Sarapan tak hanya berguna untuk mengisi energi namun juga bisa menambah tingkat konsentrasi seseorang, apalagi anda adalah seorang siswa. Sarapan di Indonesia banyak ragamnya namun menu sarapan yang favorit adalah bubur ayam. Bubur ayam dipilih menjadi menu sarapan karena mudah dicerna oleh tubuh dipagi hari dan varian isinya yang beragam. Isian pada bubur ayam yang sering ditemui adalah kacang, kerupuk, irisan bawang dan cahkwe.

Cahkwe pada bubur ayam biasanya kita temui dalam bentuk potongan-potongan kecil. Sebenarnya cahkwe bukan hanya sebagai teman makan bubur namun juga jajanan. Di Indonesia cahkwe disajikan berbeda-beda di kota Solo, Jawa Tengah, penyajiannya disertai susu kedelai. Sedangkan didaerah lain cahkwe disajikan dengan sambal asam cair atau sambal kacang cair. Sebenarnya jajanan ini berasal dari negara China. 


.

Lambang Kebencian

Cahkwe atau Cakhwe adalah salah satu panganan tradisional Tionghoa. Kata Cahkwe sendiri berasal dari dialek Hokkian yang berarti “Hantu yang Digoreng”. Nama ini berhubungan dengan asal usul penganan ini.

Cahkwe mulai popular pada zaman Dinasti Song, berawal dari matinya Jendral Yue Fei yang terkenal akan nasionalismenya akibat fitnah dari Perdana menteri Qin Hui. Mendengar kabar kematian Yue Fei, rakyat Tiongkok kemudian membuat 2 batang kecil dari adonan tepung beras yang melambangkan Qin Hui dan istrinya lalu digoreng untuk dimakan. Yang menjadi tanda bahwa rakyat benci dengan menteri Qin Hui.


.

Jendral Yue Fei merupakan salah satu Jenderal utama pasukan Dinasti Song Selatan pada 1127-1279 M yang terkenal akan keberhasilannya menekan suku Jurche, Negara Jin dari utara. Pada abad ke 12, dengan perintah Kaisar Gaozong dari Song, ia mengadakan kampanye perang untuk mengembalikan daerah yang direbut oleh Dinasti Jin.

Jendral Yue Fei dengan gigih berhasil menaklukkan musuh dan mengembalikan beberapa kota milik Song. Konon ada legenda yang menyebutkan sebelum masuk kemiliteran, ibunya pernah memberinya wejangan dan menorehkan tato bertuliskan J?ngzh?ng bàoguó yang artinya “Setia dan tulus membela Negara“. Tato inilah yang selalu diingat Yue Fei dan menjadi pedoman hidupnya.

Pada saat bersamaan di istana Kaisar Tang Gaozong ada seorang Perdana Menteri yang bernama Qin Hui. Berbeda dengan Yue Fei, ia menganggap peperangan melawan Negara Jin adalah pemborosan uang negara. Dengan pengaruhnya, Qin Hui menghasut para Menteri dan Kaisar Tang Gaozong untuk menghukum Yue Fei atas tuduhan palsu. Pada 1141 ia kemudian dipanggil menghadap kaisar dan dihukum mati pada 1163. 


.

Hui Goreng

Kepopuleran Jendral Yue Fei membuat iri hati dari pejabat-pejabat lainnya. Menurut sejarah, ada sepasang suami istri pejabat bernama Qin Hui dan istrinya Lady Wang  yang sangat benci dengan Jenderal Yue Fei, yang kemudian membuat sebuah taktik untuk menjebak Jendral Yue Fei; yaitu meminta Kaisar Gaozong untuk memanggil Jenderal Yue Fei pulang saat sedang melakukan kampanye perang untuk merebut kembali Ibukota Song Utara, Kaifeng.

Mengetahui bahwa kesuksesan di Kaifeng dapat menyebabkan perselisihan internal, Jenderal Yue memutuskan untuk tunduk pada perintah Kaisar dan kembali ke ibukota Setelah sempat menolak surat perintah sebanyak 11 kali.

Pada surat perintah ke 12, Sang Jenderal akhirnya pulang ke Ibukota Song Selatan. Tuduhan, fitnahan dan segala akal busuk berhasil menjatuhkan nama baik sang Jenderal. Pada 1142, Jendral Yue Fei (39 th) beserta anak angkatnya Yue Yun dan pengikutnya Zhang Xian akhirnya dihukum mati dengan tuduhan palsu yang tidak jelas, ditambah dengan tuduhan melanggar surat perintah Kaisar.


.

Kematian Yue Fei menyulut kemarahan rakyat. Di ibu kota, ada seorang pedagang penganan kecil bernama Wang Xiaoer dan Li Si yang sedang mencari ide untuk menjual makanan. Wang Xiaoer melihat kemarahan rakyat pada Qin Hui dan akhirnya mendapat ide.

Ia kemudian menggoreng dua adonan tepung yang ia bentuk seperti manusia yang saling memunggungi. Jika digoreng, adonan itu pasti laku keras. Dengan lantang ia berteriak “Dijual Hui Goreng!”  Kata “Hui” mengacu pada Menteri Qin Hui. Hal ini menarik banyak orang yang kemudian datang untuk melihat seperti apa bentuk dari “Hui Goreng” tersebut. Dengan cara itu, makanan ini menyebar dengan cepat dari Lin’an, ibu kota Song Selatan pada waktu itu.

21 tahun setelah kematiannya, tepatnya pada 1163, Kaisar Xiaozong membangun kuil untuk mengingat jasa Yue Fei. Di sana ditaruh empat buah patung, masing-masing yaitu patung Qin Hui, Wang Shi (istri Qin Hui), Mo Qixie dan Zhangjun (2 bawahan Qin Hui). Keempatnya dalam keadaan berlutut sebagai simbol penebusan kesalahan mereka. Di sisinya terdapat 6 buah patung yaitu 2 kuda, 2 macan dan 2 kambing yang melambangkan para penjaga Yue Fei. Begitulah sejarah panjang makanan Cakhwe yang kita makan saat ini. PASKALIS ANDREW


Artikel Terkait