Es Batu Air Matang vs Air Mentah

admin   10 Juli 2019 Healthy Food

.

Bagaimana cara kamu membuat es batu di rumah? Apakah menggunakan air matang, atau menggunakan air mentah? Penggunaan air mentah dalam pembuatan es batu sebenarnya cukup berbahaya, lho. Lalu, gimana cara membedakannya dengan es batu yang dibuat dari air matang, ya?


.

Air Matang VS   Air Mentah

Tanda yang bisa kamu lihat untuk membedakannya, adalah dari tampilannya. Es batu yang terbuat dari air matang akan berwarna jernih dan bening seperti kristal. Sedangkan es batu yang terbuat dari air mentah akan berwarna keruh dan putih seperti salju. Keruhnya es batu dari air mentah ini dikarenakan terdapat gas ataupun oksigen yang terperangkap di dalam. Kalau es batu terbuat dari air matang, gas atau oksigen akan menguap ketika perebusan. Sehingga gas yang terperangkap menjadi sedikit. Jika kamu perhatikan lamat-lamat, di dalam es batu dari air mentah akan terdapat gelembung dan kotoran di dalamnya. Tentu saja karena air mentah tidak melewati proses perebusan.

Meksipun tidak bisa dibedakan secara jelas, kamu juga bisa membedakan dari aromanya. Cobalah untuk menghirup es batu. Apakah kamu merasakan kesegaran setelah menghirupnya? Itu menandakan jika es batu tersebut terbuat dari air yang telah matang. Aroma dari es batu yang terbuat dari air matang memang akan terasa lebih segar jika dibandingkan dengan es batu dari air mentah. Akan tetapi, cara ini mungkin agak susah untuk membedakannya, karena mungkin dua-duanya akan terasa segar karena dingin.


.

Bahayanya Air Mentah

Seringkali kita merasa sakit perut setelah jajan minuman dingin dengan es batu. Banyak ibu-ibu yang akan langsung menyalahkan es, jika anaknya sakit. Mungkin kalimat “es teruss!” yang biasa dikatakan ibu-ibu ini juga ada benarnya. Apalagi jika es batu tersebut dibuat dari air mentah. Es batu yang terbuat dari air mentah beresiko bakteri berbahaya seperti Escherichia Coli atau E. Coli. Air

mentah tidak melewati proses pemanasan sehingga bakteri yang terkandung di dalamnya tidak dapat mati, meskipun telah dibekukan. Dapat disimpulkan jika air mentah itu tidak cukup steril untuk dikonsumsi. Bakteri yang beku di dalam es batu, kemudian akan mencair dan bercampur dengan minuman yang kamu konsumsi. Jika bakteri tersebut masuk ke perut kita, maka dapat menyebabkan permasalahan pencernaan seperti diare atau bisa juga muntaber. Bahaya banget, kan?


.

Lantas, Kenapa Masih Digunakan?

Kalau memang berbahaya, kenapa masih ada orang yang membuat dan memakainya? Penggunaan air mentah untuk membuat es batu mungkin akan dirasa lebih praktis dan hemat bagi sebagian penjual . Tidak semua penjual memedulikan kesehatan para pelanggannya, yang penting dagangannya laku dan bisa untung besar. Alhasil, air mentah pun tetap dijadikan sebagai es batu yang disajikan kepada kita. Beberapa pabrik juga menggunakan es batu dari air mentah, seperti pabrik ikan. Ikan yang dijual di supermarket juga biasanya dimasukkan ke dalam wadah berisi es batu kecil-kecil. Mereka menggunakan es batu dari air mentah, dikarenakan fungsinya tidak untuk dikonsumsi. Mereka menggunakannya hanya untuk mengawetkan makanan. Selain itu, jumlah yang dibutuhkan juga sangatlah banyak. Es batu dengan menggunakan air mentah biasanya berbentuk es balok dengan ukuran cukup besar.

Sudah tahu perbedaan dan apa bahayanya, kan? Kalau begitu, mulai sekarang kita harus lebih teliti dan berhati-hati ketika mengonsumsi minuman dengan es batu. Jangan sampai yang awalnya ingin haus dahaga terpuaskan, eh malah sakit! Putri Aisya


Artikel Terkait