Lika-Liku Izin Bisnis Kuliner

admin   30 Juli 2019 Inspirasi

.

Bisnis kuliner termasuk salah satu jenis usaha yang tidak akan pernah redup kemilaunya. Bila Anda juga berpikir bahwa bisnis kuliner menjanjikan dan ingin mencobanya ada banyak hal yang perlu Anda persiapkan, salah satunya adalah urusan perijinan. Ada beragam perinjinan yang harus dimiliki oleh usaha kuliner dari izin badan usaha, izin edar, izin kehalalan dan lain sebagainya.

 

Namun, meski terkesan ribet, kuliner adalah kebutuhan dasar manusia. Tidak ada manusia yang tidak membutuhkan  pangan. Apapun  jenis makanan yang Andap roduksi dan tawarkan memiliki kemungkinan besar untuk laku dan diterima masyarakat. Tentu saja  dengan catatan, pangan yang di produksi dan tawarkan  memberikan suatu manfaat  bagi masyarakat.


Oleh sebab itu, bidang usaha kuliner terus diminati oleh pelaku usaha.Tak sedikit juga orang yang meremehkan usaha kuliner, kata mereka, usaha ini hanya bisa menghasilkan profit yang tidak seberapa dibandingkan kerja menjadi karyawan yang sudah pasti mendapatkan gaji  bulanan. Pandangan tersebut sah-sah saja. Tapi, jika bisnis kuliner ini digeluti dengan serius dan konsisten pasti hasil yang bisa kita dapatkan juga akan maksimal. Berikut beberapa ijin yang harus dimiliki oleh pelaku bisnis kuliner:

 


.

Ijin Badan Usaha (IBU)

Maksud dari Ijin Badan Usaha adalah untuk memberikan payung hukum bagi bisnis kuliner Anda. Bentuknya bisa PT (perseroaan terbatas) atau CV (Commandditaire Vennotschaap). PT banyak digunakan untuk bisnis dalam skala besar. Sementara CV lebih kepada usaha kecil dan menengah.

 

Untuk persyaratan pengurusan IBU menggunakan KTP, Akta Notaris, NPWP dan surat keterangan domisili usaha (SKDU) SKDU diurus ditingkat desa atau kelurahan. Surat ini lantas dipakai untuk mengurus berbagai dokumen terkait pendirian badan usaha seperti SIUP, TDP, dan lain sebagainya.

 

Surat Ijin Usaha Perdagangan

Ijin usaha yang satu ini sifatnya wajib ada. Tujuan dari kegiatan ini adalah mendaftarkan  kegiatan usaha dan mendapatkan ijin yang menjalankan usaha tersebut. Pengurusannya bisa dilakukan di Dinar Perdagangan. 


.

Ijin HO

HO atau Hinder Ordonantie diberikan kepada pengusaha yang menjalankan usaha yang berpotensi menimbulkan bahaya, kerugian dan gangguan masyarakat. Ini terutama bagi usaha yang membuka cabang  baru seperti resto, cafe dan kedai.

 

Ijin PIRT

PIRT (Produk Industri Rumah Tangga) ijin yang diberikan pada pengusaha yang memproduksi aneka olahan makanan dan minuman yang dapat bertahan hingga 7 hari. Ijin ini yang mengeluarkan adalah Dinas Kesehatan setempat. 

 

Ijin BPOM

Ijin ini dikeluarkan oleh badan pengawas obat dan makanan. Maksud dari ijin adalah memberikan perlindungan bagi masyarakat terhadap keamanan produk yang dikemas. Ijin ini juga memberikan kepercayaan masyarakat bahwa produk yang Anda hasilkan aman terbukti dengan lebel yang dikeluarkan BPOM.


Sertifikasi Halal

Bagi pengusaha makanan dan minuman yang berada di negara yang mayoritas penduduknya adalah muslim, kehalalan sebuah produk adalah sebuah kewajiban. Lebel halal yang tertera pada kemasan makanan menjadi sebuah keharusan adan dan dengan jelas terpampang pada produk yang kita hasilkan. 

 

Memang terkesan banyak sekali ijin yang harus diurus dan dimiliki oleh pengusaha kuliner. Namun semua itu adalah syarat dasar, agar usaha Anda dapat bertahan dan diterima khalayak ramai. Selain untuk kepastian hukum, ijin tersebut juga menimbulkan kepercayaan masyarakat pada produk yang Anda hasilkan. Bagaiamana, masih ragu urus ijin? Wisnu


Artikel Terkait