Kembali ke Article

Air Teh dan Teh Celup, Penemuan Tak Sengaja yang Disukai

19 Aug 2020 Food Story Ragam
Air Teh dan Teh Celup, Penemuan Tak Sengaja yang Disukai Image Source: tionghoa.info
19 Aug/2020

 

Meminum teh menjadi salah satu kebiasaan masyarakat dunia. Teh memang menjadi minuman yang sangat populer dan digemari. Rasa yang lezat, baik bagi kesehatan, dan aroma yang menenangkan menjadi alasan banyaknya pengonsumsi teh setiap harinya. Seiring dengan kepopuleran air teh, minuman ini memiliki banyak versi tentang awal mula ditemukan. Meskipun begitu, versi paling ilmiah ditemukannya air teh pertama kali berasal dari Bangsa China pada sekitar 3.000 tahun sebelum masehi.

 

Pada saat itu, Kaisar Shen Nung hendak meminum air hangat dan memerintahkan kepada pelayannya untuk merebus air. Pelayan pun merebus air diatas panci tanpa menutup panci tersebut. Tanpa diketahui, terdapat banyak tanaman teh yang tumbuh di sekitar dapur dan membuat daun yang berguguran jatuh ke dalam panci air rebusan yang tidak tertutup tersebut. Sang Kaisar yang meminum air rebusan daun teh tersebut merasa janggal dan menanyakan alasan mengapa rasa dan aroma air rebusan tersebut berbeda dari biasanya. Usut punya usut, Sang Kaisar akhirnya mengetahui bahwa daun teh lah yang menjadikan rasa dan aroma air rebusan itu sangat nikmat.

 

Berawal dari penemuan yang tak sengaja tersebut, air teh menjadi meluas dan semakin disukai oleh berbagai kalangan di China. Hingga pada abad ke 17, Bangsa Portugis dan Belanda membawa teh dari China ke Eropa. Awal mula diperkenalkannya teh ke Eropa bukan tanpa hambatan. Bangsa Eropa saat itu lebih memilih kopi dan anggur daripada mengonsumsi air teh. Namun, air teh mulai diterima oleh Bangsa Eropa saat keluarga kerajaan memasukkan acara minum teh pada salah satu agenda perayaan pernikahan Raja Charless II. Akibatnya, teh menjadi minuman eksklusif di Eropa dan hanya dinikmati kalangan menengah ke atas pada saat itu.

 

Seiring berjalannya waktu, konsumsi teh semakin meningkat dan puncaknya terjadi pada abad ke-19. Masyarakat Eropa beralih dari konsumsi kopi ke konsumsi teh. Air teh pun menjadi fenomena yang mudah dijumpai di berbagai tempat dan acara. Pada perkembangannya, teh akhirnya diciptakan dalam berbagai varian dan kemasan hingga ditemukannya teh dalam kantong kecil yang bisa langsung diseduh di dalam air panas. Sama seperti air teh, penemuan teh dalam kantong ini bermula saat Thomas Sullivan, pengimpor teh asal New York mengirimkan sampel teh yang dikemas dalam kain sutera kecil kepada para pelangganya. Tanpa sengaja, para pelanggan menyukai teh dalam kemasan tersebut karena alasan kepraktisan. Dari situlah, masyarakat dunia saat ini mengenalnya sebagai teh celup.

IRL

Article Lainnya


Ingin Rambut Cepat Panjang? Pakai Masker Seledri

Ingin Rambut Cepat Panjang? Pakai Masker Seledri

Rambut panjang yang tebal, halus, dan sehat adalah dambaan banyak wanita. Namun, berbagai permasalah...

Rahasia Bumbu Ungkep Ala Penyetan

Rahasia Bumbu Ungkep Ala Penyetan

Menikmati daging ayam, bebek, tempe, maupun ikan ala ‘penyetan’ dengan sambal super peda...

Gurih Mie Lendir Khas Kepulauan Riau

Gurih Mie Lendir Khas Kepulauan Riau

Saat berkunjung ke Tanjungpinang, Kepulauan Riau, tidak afdhol rasanya jika tidak mencicipi mie lend...

Poffertjes, Cemilan Peninggalan Para Meneer

Poffertjes, Cemilan Peninggalan Para Meneer

Poffertjes suguhan tradisional Belanda. Serupa dengan pancake kecil dan lembut, mereka dibuat ...

JELAJAH