Kembali ke Article

Bakpao, Tercipta Sebagai Ganti Ritual Penggal Kepala Manusia

12 Dec 2019 Food Story
Bakpao, Tercipta Sebagai Ganti Ritual Penggal Kepala Manusia
12 Dec/2019

Bakpao  atau  roubao, makanan tradisional Tionghoa. Di Indonesia nama bakpao ini diambil dari bahasa Hokkian yang dituturkan mayoritas keturunan orang Tionghoa di Indonesia.

Bakpao sejatinya adalah baozi yang berisi daging. Pada berkembangannya baozi juga dapat diisi dengan bahan lainnya seperti daging ayam, sayur-sayuran, serikaya manis, selai kacang kedelai, kacang hijau,dan sebagainya, sesuai selera..

Kulit bakpao dibuat dari adonan tepung terigu yang setelah diberikan isian, lalu dikukus sampai mengembang dan matang. Pao itu berati “bungkusan”, Bakpao berarti “Bungkusan-bak” , bak itu artinya daging.

Sejarah Bakpao

Zhuge Liang (181-234) adalah ahli strategi, seorang jenderal perang, ilmuwan dan penemu bakpo. Kisahnya diawali ketika mendapatkan penugasan untuk menumpas pemberontakan yang dilakukan oleh Meng Huo yang mengerahkan pengikutnya untuk memerangi kaisar.

Uniknya meski sukses memadamkan pemberontakan, Liang justru mengalami pengalaman supranatural. Dimana dari perang melawan pemberontakan itu banyak nyawa yang melayang. Bahkan ketika  Liang sudah mengalahkan Meng Huo makan seketika itu juga Meng Huo dibebaskan kembali. Tercatat sudah 7 kali penangkapan dan membebaskan 7 kali juga.

Saat pembebasan ketujuhnya Meng Huo akhirnya menyerah dan berjanji tidak akan memberontak lagi kepada Kaisar. Dan setiap kali Setiap kali membebaskan Meng Huo, Zhuge Liang selalu ditentang oleh jenderal-jenderalnya: “ Kenapa dia dibebaskan ? Bagaimana jika dia memberontak lagi? ”, Liang dengan tenang menjawab: “ Aku dengan mudah dapat menangkapnya kembali semudah mengeluarkan tanganku dari saku. Kini aku sedang mengalahkan hatinya ”

Ketika kemenangan itu telah tercapai, Liang dan pasukannya merencanakan pulang ke Cheng Du ibukota kerajaan. Ia dan pasukannya harus melewati sungai besar yang sangat sulit untuk diseberangi. Liang bertanya kepada Meng Huo  yang ikut mengantarkannya ketika itu.

“Sejak zaman nenek moyang, setiap hendak menyeberangsungai harus mengorbankan 50 kepala manusia dan dilemparkan ke sungai,” jawab  Meng Hou. Karena sudah banyak korban jiwa akibat perang. Liang menolak mitos itu. Dan memilih mengganti kepala manusia itu dengan kue-kue bulat yang menyerupai kepala manusia dan kue itu disebut bakpao atau baozi yang dilemparkan ke tengah sungai, dan rombongan itu berhasil menyeberang dengan selamat. Sejak saat itu Bakpao terus dibuat untuk memperingati keselamatan dalam penyeberangan dan perjalanan menuju ibukota. Sudah gak zaman makan diresto pake antri, Pre Oderkan menu pilihanmu, dapatkan diskon hingga 69%, penasaran? cari tahu di meeberian.

 

 

Article Lainnya


Sandwich, Tercipta Saat Bermain Kartu

Sandwich, Tercipta Saat Bermain Kartu

Siapa yang tak mengenal sandwich? Makanan yang terbuat dari dua lapis roti yang membungkus beberapa ...

Sulit Ditiru, Diet Ekstrem Ala Selebriti Korea

Sulit Ditiru, Diet Ekstrem Ala Selebriti Korea

Tren kecantikan dunia saat ini seolah berkiblat pada Korea Selatan akibat Hallyu wave atau demam Kor...

Saudara Kembar Nasi Goreng

Saudara Kembar Nasi Goreng

Nasi goreng memang favorit semua orang. Ternyata tak hanya orang Indonesia saja yang menggemar...

Mulai Sekarang, Minum Kopi Tanpa Gula !!

Mulai Sekarang, Minum Kopi Tanpa Gula !!

Makanabis mengutip pernyataan Ory Hofmekler, pakar kopi, jika konsumsi kopi dengan cara ...

JELAJAH