Kembali ke Article

Budaya Kuliner Majapahit di Ayam Betutu

Budaya Kuliner Majapahit di Ayam Betutu source : wiki
10 Sep/2021

 

Aneka kuliner Bali sudah sangat kondang. Tak hanya di dalam negeri, banyak wisatawan yang juga tergila-gila menikmati kuliner khas Bali. Seperti aneka olahan kuliner Nusantara, kuliner Bali juga kaya dengan bumbu dan rempah. Tidak berlebih jika ada yang menyebut masakan Bali biasanya bercita rasa kuat dan cenderung tajam.

 

Salah kuliner yang menjadi icon dunia kuliner Bali adalah Betutu. Olahan masakan dengan cita rasa kaya akan rempah ini biasanya menggunakan ayam atau bebek. Racikan bumbu base genep atau bumbu lengkap khas Bali dan cabai yang digunakan membuat ayam betutu terasa nikmat.

 

 

Sejarawan Kuliner, Fadly Rahman, menjelaskan  bebek atau ayam betutu itu sangat lekat dengan   asal muasalnya dengan wilayah Ubud, Gianyar, Bali. Kuliner ini kemudian menyebar ke seantero Pulau Bali, namun yang paling berkembang adalah kawasan Gilimanuk, Jembrana. Bahkan kesannya ayam atau bebek betutu ini asalnya dari Gilimanuk.

 

Kata betutu sebenarnya merujuk pada  proses mengolah daging ayam dan bebek. ”Awalnya betutu itu bukan nama makanan, tapi sebuah proses memasak atau membuat sebuah hidangan. Jika diurai dalam bahasa Bali, betutu berasal dari   ‘be’ yang berarti ikan, daging baik itu ayam atau daging. Sementara  ‘tutu’ adalah proses memasak hingga kering lalu direbus ‘nyat-nyat’”. Arti nyat-nyat adalah  masakan yang dimasak hingga air habis tetapi tidak sepenuhnya kering, cenderung masih berkuah sedikit,” jelas Fadly pada makanabis.com.

 

 

Pada perkembangannya betutu menjadi sangat terkanal dengan bahan  utamanya adalah ayam  utuh dengan rongga perut diisi dengan base genep, diikat, dan ungkep. Setelah diungkep sekian lama, ayam atau bebek itu kemudian dibakar untuk memberikan aksen aroma dan warna yang cantik lantas disajikan.

 

 

Dari versi aslinya memasak betutu  menggunakan   daun pinang sebagia lapisan pembungkusnya. Diberi bara sekam lantas dan dimasukkan ke dalam tanah dari batu yang sudah dipanaskan. “Ini adalah bukti, bahwa pengolahan betutu ini masih terlihat dengan jelas adanya pengaruh dan warisan dari   masa Majapahit,” pungkas Fadly. 

Article Lainnya


5 Tips Agar Mata Tak Merah  Saat Memotong  Bawang Merah

5 Tips Agar Mata Tak Merah Saat Memotong Bawang Merah

Semua pasti kenal bawang merah karena hampir semua masakan Indonesia menggunakan bawang merah sebaga...

Sisi  Mistis Makanan, dari Tangkal Hantu hingga Lunturkan Sihir

Sisi Mistis Makanan, dari Tangkal Hantu hingga Lunturkan Sihir

Ada hal yang menarik di dalam dunia kuliner. Ternyata beberapa jenis hantu justru taku...

Panjang Umur? Secangkir Kopi Setiap Hari

Panjang Umur? Secangkir Kopi Setiap Hari

Kopi sering kali dianggap sebagai penyebab dari berbagai macam penyakit seperti jant...

Nih,,,,, Cara Mudah Pilih Jeruk Manis Dan Segar

Nih,,,,, Cara Mudah Pilih Jeruk Manis Dan Segar

Jeruk menjadi buah favorit banyak orang, karenakan rasanya yang manis segar dan harganya yang terjan...

JELAJAH