Kembali ke Article
Bukan Cendol Dawet Didi Kempot
22 Oct/2019

Bukan Cendol Dawet Didi Kempot

22 Oct 2019 Food Story

Sudah banyak diketahui nama Didi Kempot yang memiliki julukan Lord Of Broken Heart. Julukan ini diberikan karena setiap lagunya menggambarkan kisah percintaan yang menyakitkan. Karena lagu- lagunyalah Didi Kempot berhasil menyita perhatian para netizen. Fans Didi Kempot atau yang biasa disebut sobat ambyar juga ikut bertambah banyak.

Dari lagu-lagu galau khas Didi Kempot muncul penyanyi dangdut lain yang ikut mempopulerkan lagu Didi Kempot dengan versi mereka, namun versi yang paling trend adalah versi cendol dawet. Diduga versi ini pertama kali dipopulerkan oleh Abah Lala, cendol dawet disini merupakan jargon yang biasanya ditambahkan pada awal, pertengahan, hingga di akhir lagu. 

Kali ini makanabis akan membahas  mengenai cendol dawet, adakah yang tau bagaimana sejarah minuman ini? Bagaimana sejarah dari cendol dawet. Sebenarnya nama cendol lebih sering disebut di daerah jawa barat dan dawet lebih sering disebut di daerah jawa tengah.

Cendol dawet diyakini berasal dari Indonesia, hal ini didasari oleh banyak ditemukan di daerah Bandung dan beberapa daerah di Jawa Tengah, namun Negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia juga memiliki cendol. Ada juga yang mengatakan jika cendol berasal dari Malaysia karena gula yang digunakan adalah gula Malaka. 

Cendol sebenarnya sudah ada sejak 1323 pada masa Kerajaan Majapahit. Sebagai kerajaan terbesar di Indonesia, Majapahit pun berhasil melakukan ekspansi besar-besaran hingga Singapura.

Dawet juga menjadi salah satu minuman yang selalu hadir dalam berbagai acara di Jawa. Pada momen pernikahan, dawet dianggap sebagai simbol agar rezekinya lancar. Sed angkan saat melahirkan, dawet biasa disuguhkan dengan harapan bayi bisa keluar dengan mudah layaknya dawet yang dicetak. 

Penyebutan dawet lebih umum di Jawa Tengah dan Jawa Timur, sedangkan di Jawa Barat, biasa disebut cendol. Nama cendol diambil dari bentuknya saat keluar dari alat cetak. "Ndol-ndol “ Selain penyebutan, jenis cendol juga banyak. Perbedaan bisa berasal dari bahan, misalnya tepung beras, sagu, dan hunkwe. Belum lagi tambahannya, yaitu nangka, durian, ketan hitam, dan tapai. 

Salah satu varian cendol unik dari Indonesia ialah dawet ireng khas Purworejo, Jawa Tengah. Rata-rata cendol berwarna hijau, dari daun pandan dan suji, sedangkan dawet ireng berwarna hitam pekat. 

Warna hitam pada cendol ini berasal dari abu bakar jerami atau abu merang dicampur dengan air. Sedangkan untuk penyajiannya sama seperti cendol biasa, yaitu dengan santan dan gula merah. MEEBERIAN GANTI GAYA! Buruan update meeberian dan nikmati tampilan baru Meeberian yang lebih fresh dan responsive.  Paskalis Andrew -

Article Lainnya


Tips & Trick Memanggang Seafood

Tips & Trick Memanggang Seafood

Seafood adalah sebutan untuk makanan berupa hewan yang ditangkap dan diambil dari laut ataupun hasil...

Puding Ontbijtkoek Ala Kolonial

Puding Ontbijtkoek Ala Kolonial

Puding ontbijtkoek adalah puding berkaramel. Puding berkaramel sangat cocok jika disajikan tepat pes...

Menggugah Selera Makan dengan Appetizer

Menggugah Selera Makan dengan Appetizer

Kali ini makanabis akan mengulas tentang macam-macam appetizer. Jika kalian sering ke pesta, pasti t...

Tak Hanya Untuk Kue, Ini Manfaat Baking Soda bagi Kesehatan

Tak Hanya Untuk Kue, Ini Manfaat Baking Soda bagi Kesehatan

Bagi yang gemar membuat kue sendiri, pasti tidak asing lagi dengan yang namanya baking soda.Baking s...

JELAJAH