Kembali ke Article

Bunga Srigading, Obat Kontrasepsi Masa Lalu

10 Apr 2020 Ragam
Bunga Srigading, Obat Kontrasepsi Masa Lalu foto:istw
10 Apr/2020

Bunga srigading mempunyai nama ilmiah Nyctanthes arbor-tristis L. Sekilas ciri-cirinya sangat mirip bunga melati. Perbedaannya hanya pada tabung bunganya yang berwarna jingga. Aromanya pun mirip dengan bunga melati, harum melankolis, terutama di malam hari.

 

Dengan penampilan dan baunya yang wangi seperti itu, kembang srigading sering disebut night jasmine’, melati malam. Bahkan minyak bunganya sering digunakan sebagai bahan pembuat parfum.

 

Tanaman yang di daerah Jawa Tengah disebut brigading ini, berasal dari hutan-hutan di kawasan Asia Tengah dan Himalaya. Kemudian menyebar ke kawasan Asia yang lain, termasuk Nusantara.

 

Masuk ke Nusantara, tanaman yang tergolong dalam suku Oleaceae ini dibawa oleh pedagang-pedagang India pada awal milenium kedua. Sejak itu banyak dibudidayakan dan dikenal dengan nama lokalnya masing-masing.

 

Kandungan zat-zat kimia di dalamnya, membuat tanaman ini memiliki banyak khasiat. Di tempat tanaman ini bisa tumbuh, masyarakat biasa memanfaatkannya untuk berbagai keperluan.

Relief Karmawibhangga di Candi Borobudur  menggambarkan khasiat bunga srigadingfoto:istw
Relief Karmawibhangga di Candi Borobudur menggambarkan khasiat bunga srigadingfoto:istw

 

Bahkan Makanabis menemukan jejak penggunaan bunga srigading sebagai obat pada zaman dahulu. Salah satu panel relief Karmawibhangga di Candi Borobudur  menggambarkan khasiat bunga srigading di masa lalu. Yaitu sebagai alat kontrasepsi atau pencegah kehamilan.

 

Meski saat ini tidak lagi terdengar masyarakat menggunakan bunga srigading untuk kontrasepsi, khasiat yang lain masih digunakan. Terutama memanfaatkan daunnya yang mengandung alkaloida, saponin, flavonida, dan  polifenol.

 

Kandungan kimia tersebut menjadikan daun srigading bisa digunakan untuk menormalkan haid tidak teratur. Daun dan bunganya bisa pula digunakan sebagai obat encok dan peluruh air seni.

 

Daun srigading juga sangat mujarab untuk membersihkan kulit, anti racun, atau penangkal bisa reptil. Bunganya bisa mengatasi demam nifas dan demam yang lain, seperti demam menahun yang disebabkan oleh gangguan hati.

 

foto : istw
foto : istw

 

Sedang ramuan kulit kayunya bisa untuk mengobati batuk, termasuk penyakit bronchitis. Biji srigading yang diramu dengan belimbing wuluh juga bermanfaat mengobati tekanan darah tinggi.

 

Masih banyak manfaat lain bunga srigading. Di antaranya untuk ramuan pewarna kain atau batik. Untuk ini, bunga srigading biasanya diolah dengan bahan-bahan lain seperti kulit akar pace, kulit kayu jambal, kayu tegeran, kayu secang, kayu nangka, daun mangga, daun kepel, dan biji buah kesumba.

 

Menurut beberapa ahli, zat warna alam ini mempunyai banyak kelebihan yang tidak dimiliki zat warna sintetis. Selain bahan-bahannya mudah didapat, zat warna alam juga lebih ramah lingkungan dan bisa menghasilkan warna-warna lembut.

 

Di samping itu, zat warna alam tidak mengandung senyawa karsinogen yang dimiliki zat warna sintetis. Sehingga bisa terhindar dari penyakit kanker kulit, yang diduga kuat disebabkan oleh senyawa tersebut. HK.

 

 

Article Lainnya


Ingin Sehat? Konsumsi Jahe Merah

Ingin Sehat? Konsumsi Jahe Merah

Jahe memiliki nama latin Zingiber officinale varietas Rubrum. Berbeda dengan jahe pada umumnya...

Hangatkan Malam Natal dengan Gluhwein

Hangatkan Malam Natal dengan Gluhwein

Perayaan Natal akan lebih hangat jika dirayakan bersama keluarga. Tak lupa beserta sajian berupa mak...

Sambut Natal dengan Kue Lapet Khas Batak

Sambut Natal dengan Kue Lapet Khas Batak

Saat Natal tiba, berkumpul bersama keluarga adaah momen yang tak boleh dilewatkan. Sambil bercengkra...

Rahasia Kuliner Korsel Jadi Icon Dunia

Rahasia Kuliner Korsel Jadi Icon Dunia

Akibat dari demam Korea atau Korean wave, sangat mudah bagi kita menemukan makanan khas Korea Selata...

JELAJAH