Kembali ke Article

Dialog Nasional Ekonomi Kreatif: “5 Sektor Penentu Pertumbuhan Ekonomi Digital”

07 Nov 2019 Ragam
Dialog Nasional Ekonomi Kreatif: “5 Sektor Penentu Pertumbuhan Ekonomi Digital” Dialog Nasional Ekonomi Kreatif, foto:suara.com/Mohammad Fadil Djailani
07 Nov/2019

Kamar Dagang dan Industri Indonesia menyatakan, ekonomi kreatif bakal menjadi penopang utama ekonomi Indonesia di masa depan. ke depannya. Kondisi itu didukung oleh kemajuan teknologi digital, sehingga kreativitas dan inovasi mampu dikemas menjadi sumber pendapatan ekonomi baru.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wisnutama Kusubandio bahkan memiliki ambisi khusus untuk urusan pengembangan ekonomi kreatif di tanah air. Salah satunya yaitu membawa ekonomi kreatif hingga ke pedesaan. “Jadi bagaimana ekonomi kreatif tidak hanya dinikmati orang orang perkotaan, tapi juga pedesaan, agar ekonomi kreatif ini bisa dinikmati oleh semua orang, tidak hanya di kota-kota besar,” kata Wishnutama dalam acara Dialog Nasional Ekonomi Kreatif yang diadakan Kadin Indonesia di Hotel Sultan,(7/11).

 

Rosan Perkasa Roeslani, Ketua Umum Kadin, mengatakan, potensi itu terlihat dari kemampuan ekonomi kreatif yang setiap tahunnya menyumbang Rp 1.000 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Tiap tahunnya ekonomi kreatif rata-rata meningkat Rp100 triliun.

Rosan lantas mencontohkan, pada 2016, PDB ekonomi kreatif mencatatkan hasil Rp922 triliun dan meningkat pada 2017 jadi Rp1.000 triliun, kemudian meningkat lagi pada 2018 mencapai Rp1.105 triliun. Sedang pada tahun ini diperkirakan menyumbang Rp 1.200 triliun terhadap PDB.

Hal senada juga diungkapkan Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri Kreatif, Erik Hidayat.  “Potensi itu ditopang oleh pesatnya perkembangan teknologi digital di Indonesia. Kreativitas manusia menjadi sumber daya ekonomi utama pada era perkembangan industri pada abad ke-21 tersebut,” tegas Erik pada wartawan.

Menurut Erik, laporan e-Conomy SEA 2019 yang disusun Google, Temasek, dan Bain Company pada 2019 ini diprediksi internet ekonomi Indonesia mencapal US$40 miliar dengan tingkat pertumbuhannya mencapai 49 persen. Angka ini adalah yang tertinggi di Asia Tenggara. Potensi nilai ekonomi dari perkembangan teknologi digital hingga 2025 diperkirakan mencapai US$133 mlliar. "Lima sektor yang menjadi penentu pertumbuhan ekonomi digital itu yaitu e-commercemedia daring atau online, transportasi berbasis aplikasi daring, wisata dan perjalanan, serta jasa keuangan digital," imbuhnya.

Dan sedikitnya, perkembangan ekonomi kreatif nantinya ditopang oleh 16 subsektor, di antaranya arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fesyen, film, animasi, video, fotografi periklanan, kerajinan atau kriya, kuliner, musik, pengembang aplikasi dan permainan, penerbitan, periklanan, televisi dan radio, seni pertunjukan, serta seni rupa. 

Turut hadir pada Dialog Ekonomi Kreatif tersebut, team Meeber Teknologi Indonesia. Perusahaan yang menjadi pioneer digitalisasi bisnis F&B itu mendapat kehormatan untuk turut serta dalam dialog tingkat nasional tersebut. “Sejak lama industry F&B menjadi menjadi penggerak ekonomi Nasional, dengan beralih pada digital bukan tidak mungkin akan membuat industry F&B lebih besar dan memiliki andil dalam kemajuan bangsa ini,” ucap Octavianus Kuntjoro, CMO Meeber Tekonologi Indonesia. berbagai sumber

Article Lainnya


5 Cara Memanfaatkan Daun Jeruk Purut

5 Cara Memanfaatkan Daun Jeruk Purut

Sejak lama, jeruk purut dimanfaatkan tak hanya buah tapi juga daunnya. Yang paling sering pe...

Manggis, Buah Raja Antioksidan

Manggis, Buah Raja Antioksidan

Penelitian menyimpulkan jika buah manggis adalah buah yang memiliki kadar antiok...

Asinan Nanas, Seger  Pedas Rasa Nendang

Asinan Nanas, Seger Pedas Rasa Nendang

Selain dijadikan bahan untuk rujak, nanas juga sangat nikmat dijadikan asinan. Asinan adalah...

Acar, Segarkan Segala Hidangan

Acar, Segarkan Segala Hidangan

Acar berasal dari kata dalam bahasa Hindi dan Sansekerta. Artinya kurang lebih sama seperti ...

JELAJAH