Kembali ke Article

Gudeg, Berasal dari Kata Hangudeg

16 Dec 2019 Food Story Headline
Gudeg, Berasal dari Kata Hangudeg
16 Dec/2019

Anda pasti sudah pernah mencicipi salah satu makanan yang terkenal di kota Yogyakarta. Bahkan makanan ini menjadi ikon dari Yogyakarta. Ya, benar sekali, makanan yang dimaksud adalah gudeg. Meskipun Yogyakarta memiliki beragam kuliner tetapi gudeglah yang paling dikenal orang sebagai makanan khas Yogyakarta. Gudeg tidak hanya terkenal di daerah asalnya tetapi sudah sampai ke mancanegara. Jika Anda mampir ke Yogyakarta, jangan lupa juga mampir ke sentra wisata gudeg yang populer yakni yang berada di daerah Wijilan.

Makanan khas Yogyakarta tersebut awalnya merupakan makanan masyarakat biasa yang kebanyakan adalah para pekerja. Dengan berkembangnya zaman, gudeg semakin populer yang menjadikannya sebagai makanan untuk menyambut tamu kerajaan. Semakin populernya gudeg bahkan menjadi sajian spesial untuk para raja. Tak kenal maka tak sayang. Akan lebih lengkap rasanya jika kita tahu asal-usul gudeg seperti yang makanabis sajikan buat Anda kali ini.

Gudeg ada sejak tahun 1500-an yang hadir saat pembangunan Kerajaan Mataram di Alas Mentaok dimana pada wilayah tersebut banyak sekali tanaman nangka dengan buah yang banyak sekali. Para warga mulai berpikir untuk mengolah buah nangka yang masih muda yang sering disebut gori, menjadi makanan yang lezat daripada  dibuang percuma begitu saja. Mereka berusaha mencoba berkreasi dengan  buah nangka muda yang sayang  jika dibiarkan  padahal sangat bermanfaat. Akhirnya mereka mencoba untuk merebus buah nangka tersebut untuk memenuhi kebutuhan para pekerja.

Pengolahannya dengan cara merebus terlebih dahulu gori atau buah nangka yang masih muda sampai empuk kemudian ditambahkan bumbu-bumbu penunjangnya beserta santan dan gula aren agar warnanya menjadi coklat dan manis yang menjadi ciri khas dari gudeg. Karena jumlah nangka yang sangat banyak maka para pekerja memasaknya dalam jumlah yang besar pula.

Gudeg juga dipakai sebagai bekal perang melawan VOC
Gudeg juga dipakai sebagai bekal perang melawan VOC

Agar nangka muda matang merata, digunakan alat pengaduk yang bentuknya seperti dayung perahu. Semua nangka muda yang dimasak diaduk-aduk sampai bumbu merata. Teknik mengaduk tersebut, dalam bahasa Jawa disebut hangudek atau hangudeg yang artinya diudek atau dalam bahasa Indonesia artinya diaduk. Oleh sebab itu, akhirnya tercetuslah nama gudeg untuk nama makanan tersebut.

Pada tahun 1600an, gudeg semakin populer dan menjadi makanan utama untuk tamu kerajaan. Gudeg disajikan dengan beragam makanan yang lainnya, seperti krecek, opor ayam dan telur pindang beserta sambal bajaknya.

Jenis gudeg ada dua macam, ada yang basah dan kering bahkan saat ini ada gudeg yang sudah dikemas dalam kaleng yang memudahkan kita karena praktis tinggal dimakan. Ada juga gudeg dengan citarasa yang sangat pedas yang biasa disebut dengan gudeg mercon.

Nah, demikian asal usul gudeg persembahan makanabis, jika Anda ke Yogyakarta mampirlah ke Wijilan untuk dapat menikmati seporsi gudeg dengan opor ayam, krecek dan telur pindangnya. Sudah gak zaman makan diresto pake antri, Pre Oderkan menu pilihanmu, dapatkan diskon hingga 69%, penasaran? cari tahu di meeberian. Paskalis Andrew/Berbagai sumber.

Article Lainnya


Asam-Asam Tulangan Khas Banjar

Asam-Asam Tulangan Khas Banjar

Setelah Idul Adha biasanya stok daging masih tersisa melimpah di kulkas. Yang agak ribet adalah menf...

Minyak Ikan, Untuk  Berat Badan Ideal

Minyak Ikan, Untuk Berat Badan Ideal

Memiliki postur yang ideal adalah idaman semua orang. Tentu saja semua itu mensyaratkan pemenuhan ke...

Ini Rahasia Ayam Goreng  Lunak Hingga Tulang

Ini Rahasia Ayam Goreng Lunak Hingga Tulang

Konsumsidaging ayam di Indonesia terus meningkat. Jika di 2017 sudah mencapai 5,68 kg per kapi...

Sejuta Khasiat Sarang Walet

Sejuta Khasiat Sarang Walet

Sarang walet terbuat dari air liur burung walet yang mengering seiring dengan pertumbuhan sarang. Ai...

JELAJAH