Kembali ke Article

Horok-Horok, Pengganti Nasi Khas Jepara

Horok-Horok, Pengganti Nasi Khas Jepara Horok-horok, foto : masakandapurku
23 Apr/2020

 

Masyarakat Kabupaten Jepara, Jawa Tengah pasti sudah tidak asing lagi dengan ‘horok-horok’. Pada masa penjajahan Jepang, makanan ini digunakan sebagai pengganti nasi oleh warga Jepara karena begitu mahalnya harga nasi kala itu. Benar saja, horok-horok memang mengandung karbohidrat yang tinggi karena berbahan dasar tepung aren. Makanan ini biasanya dikonsumsi bersamaan dengan mengonsumsi bakso, pecel, gulai, atau bahkan dicampur didalam minuman. Rasanya yang sedikit gurih dan harganya yang terbilang sangat terjangkau, yakni mulai dari seribu rupiah saja membuat horok-horok tetap menjadi makanan favorit masyarakat Jepara hingga saat ini.

 

Harganya yang murah ternyata tidak sepadan dengan kerumitan dalam proses pembuatannya. Membuat horok-horok bisa dibilang sangat sulit dan memakan waktu yang cukup lama, yakni sekitar dua hari. Tak hanya sulit dan lama, terdapat syarat-syarat tertentu saaat seseorang akan membuat horok-horok. Konon, suasana hati si pembuat menentukan keberhasilan dalam membuat horok-horok. Jika si pembuat sedang dalam keadaan marah atau kesal, maka horok-horok dipastikan akan gagal. Jadi, suasana hati pembuat horok-horok harus dalam keadaan bahagia dan ikhlas. Air yang digunakan juga harus bersih dan tidak tercampur dengan bekas pengolahan ikan. Meskipun sangat sulit, kamu bisa kok membuatnya di rumah dengan resep yang Makanabis rangkum dibawah ini.

 

Bahan :

       Tepung aren.

-          Garam.

Cara membuat :

-          Cuci tepung aren lalu keringkan.

-          Jika sudah kering, sangrai tepung.

-          Kukus tepung aren lalu tuang dalam tempayan kemudian aduk menggunakan sisir.

-          Keruk sagu dari batang aren kemudian cuci.

-          Keringkan dengan bantuan abu diatas adonan.

-         Kukus adonan secara kering hingga berbentuk gumpalan-gumpalan kecil,  pengukusan ini dilakukan berulang-ulang hingga terbentuk gumpalan kristal yang terasa kenyal.

-          Sajikan dan tambahkan garam

Foto: ksmtour.com
Foto: ksmtour.com

Saat ini, para pembuat horok-horok mulai meninggalkan profesinya lantaran pembuatan yang terbilang cukup rumit dan  menguras banyak energi. Selain itu, harga horok-horok di pasaran tidak sebanding dengan tingkat kesulitan dalam pembuatan. Di Jepara, jumlah pedagang horok-horok mulai berkurang dan orang-orang awam tidak dapat membuatnya sendiri di rumah, sehingga horok-horok mulai ditinggalkan. Jika dibiarkan, dalam beberapa tahun lagi, horok-horok mungkin akan punah. Maka dari itu, warga Jepara dan penggemar horok-horok lainnya harus tetap melestarikan makanan ini dengan mempelajari cara pembuatannya dan mengaplikasikannya dalam sajian sehari-hari.

Inas Rifqia

Article Lainnya


Ribut dengan Chef Arnold, Ini Masakan Ekstrem Bobon Santoso

Ribut dengan Chef Arnold, Ini Masakan Ekstrem Bobon Santoso

Bagi penggemar kuliner ekstrem, pasti sudah tak asing lagi dengan Youtuber Bobon Santoso. Namanya ba...

Jangan Menyerah!!! Bahan Dapur ini Bikin Gigi Putih dalam 5 Menit Saja

Jangan Menyerah!!! Bahan Dapur ini Bikin Gigi Putih dalam 5 Menit Saja

Memiliki gigi kuning merupakan masalah yang umum saat ini, terutama pada orang yang berusia diatas 3...

Ingin Lingkar Pinggang Ramping? Ini Solusinya!!!!

Ingin Lingkar Pinggang Ramping? Ini Solusinya!!!!

Membakar lemak yang menumpuk di tubuh adalah salah satu hal tersulit dalam hidup ini. Namun, beberap...

Selat Solo, Steak Lokal Gabungan Dua Budaya

Selat Solo, Steak Lokal Gabungan Dua Budaya

Sama seperti seluruh daerah di Indonesia, Solo juga memiliki makanan khas yang beragam. Tak hanya se...

JELAJAH