Kembali ke Article

Meeber Jadikan Pasar BenPas, Pasar Rakyat Digital Pertama Di Indonesia

23 Oct 2020 event
Meeber Jadikan Pasar BenPas, Pasar Rakyat Digital Pertama Di Indonesia Penandatangan prasasti oleh Ketua DPD RI dan Walikota Mojokerto.
23 Oct/2020

Setelah terbakar tiga tahun lalu, pada 22 Oktober 2020, secara resmi Pasar Banteng Pancasila kembali dibuka. Dengan mengusung arsitektur bergaya Majapahitan, Pasar BenPas demikian warga Kota Mojokerto biasa menyebutnya, merupakan pasar keempat yang dibangun setelah dua tahun masa jabatan Walikota Mojokerto Ika Puspitasari atau akrab disapa Ning Ita. Turut hadir pada acara tersebut  Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti, Ketua Komite I DPD RI Fachrul Razi serta Wakil Ketua Komite II Bustami Zainuddin.

 

 

Dalam sambutannya Ketua DPD RI La Nyalla mengatakan pasar adalah tonggak perekonomian. “ Saat ini kita memang memasuki cara hidup yang berbeda. Atau yang kita kenal dengan istilah New Normal. Era baru ini memaksa kita mengubah pola hidup. Termasuk memaksa kita mempercepat dan memaksimalkan penggunaan teknologi. Salah satunya teknologi digital, “ jelasnya.

Pengguntungan rangkaian bunga tanda pembukaan resmi pasar Benteng Pancasila.
Pengguntungan rangkaian bunga tanda pembukaan resmi pasar Benteng Pancasila.

“Presiden Joko Widodo menggagas 5 langkah Percepatan Transformasi Digital. Pertama dengan melakukan percepatan perluasan akses dan peningkatan infrastruktur digital dan internet. Kedua, menetapkan roadmap transformasi digital di sektor ekonomi strategis dan kerakyatan. Ketiga, mempercepat integrasi data nasional. Keempat, menyiapkan kebutuhan SDM talenta digital. Dan kelima, penyusunan regulasi, skema pendanaan dan pembiayaan secapatnya," lanjut LaNyalla, dalam sambutannya.

 

Meski Ning Ita menolak sebutan pasar modern, namun pasar BenPas adalah pasar digital pertama di Indonesia karena pasar ini mengadopsi digital tekonologi untuk transaksi dan support marketingnya. “Tujuan pembangunan tentu untuk memajukan ekonomi, terlebih pada saat pandemi dan masuk masa new normal seperti sekarang ini.  Kami menyiapkan aplikasi cashless Meeber. Aplikasi ini sudah disiapkan dan latihkan kepada para pedagang sejak tiga bulan terakhir, jadi sudah benar-benar matang, “ jelasnya kepada makanabis.com.

 

 

 

                 

 

Pasar di bawah naungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan ini memiliki total 242 kios yang dibangun dengan dana sebesar Rp. 11,2 miliar. Kios-kios ini telah diisi oleh 198 eks pedagang alun-alun, 17 pedagang dari Tropodo dan 25 pedagang yang telah mendaftar di disperindag. Lebih lanjut Ning Ita menegaskan, jika model transaksi digital atau cashless ini adalah cara  memutus rantai penyebaran virus covid-19.

 

 

Transaksi digital membuat pedagang nyaman dan cepat melayani konsumen.
Transaksi digital membuat pedagang nyaman dan cepat melayani konsumen.

“Bekerjasama dengan PT Meeber Indonesia, pasar ini menjadi satu-satunya pasar dengan sistem pembayaran cashless. Seluruh pedagang di Benteng Pancasila sudah melakukan transaksi cashless, baik dalam hal pembayaran retribusi kebersihan maupun dalam transaksi antara pedagang dengan pembeli. Ke depan akan menjadi role model pasar rakyat yang ada di Mojokerto, dalam rangka memutus hubungan tatap muka antara penjual dan pembeli.

Pada kesempatan yang sama, Rudy Hartawan CEO PT Meeber Teknologi Indonesia   mengaku bangga dengan warga kota Mojokerto yang sangat aware dengan gadget dan perangkat teknologi digital. “Teknologi bukan pilihan, tapi sebuah keharusan pada zaman sekarang ini. Kami merasa terhormat bisa berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Mojokerto. Meeber bangga aplikasi ini dapat membantu para pedagang dan pembeli untuk bertransaksi secara aman. Juga membantu pemerintah kota dalam menerima   pembayaran retribusi. Ini adalah satu-satunya pasar rakyat yang menggunakan tekonolgi digital secara massif dalam bertransaksi dan pembayaran retribusi,” jelas Rudy.

 

 

 

“Ke depan Kerjasama kami dengan aplikasi Meeber akan kami kembangkan bukan hanya di Pasar Benteng Pancasila saja, tetapi untuk seluruh sektor usaha di kota Mojokerto. Seperti hotel dan ritel serta mall. Sehingga sesuai dengan target kami, maksimal dua tahun ke depan dari sekarang, Mojokerto akan menjadi smart city," pungkasnya Ning Ita. 

Suasana pengunjung pasar yang mendownload aplikasi meeber.
Suasana pengunjung pasar yang mendownload aplikasi meeber.

Article Lainnya


Daun Sirih, Satu Daun Sembuhkan Berbagai Penyakit

Daun Sirih, Satu Daun Sembuhkan Berbagai Penyakit

Masih menganggap daun sirih hanya untuk menginang? Hanya untuk nenek-nenek? Anda kel...

4 Manfaat Makan Perlahan, dari Cegah Bau Mulut hingga Resistensi Insulin

4 Manfaat Makan Perlahan, dari Cegah Bau Mulut hingga Resistensi Insulin

Proses pencernaan makanan diawali dengan mengunyah. Secara medis, manusia harus meng...

Resep Sate Maranggi Rumahan Lezatnya Bikin Makanabis

Resep Sate Maranggi Rumahan Lezatnya Bikin Makanabis

Beda sate maranggi dengan jenis sate lainnya adalah pada proses marinasinya. Marangi...

Rambut Bermasalah? Coba Rebusan Daun Salam

Rambut Bermasalah? Coba Rebusan Daun Salam

Daun salam tak hanya bermanfaat bagi kesehatan tubuh saja. Daun penyedap...

JELAJAH