Kembali ke Article

Meeber, Revolusi Industri 4.0 bagi Bisnis Kuliner

14 Jan 2020 Ragam
Meeber, Revolusi Industri 4.0 bagi Bisnis Kuliner
14 Jan/2020

Dalam roadmap Making Indonesia 4., Presiden Joko Widodo mencanangkan Revolusi Industri 4.0. Revolusi Industri 4.0 sangat erat hubungannya dengan perkembangan teknologi internet yang sangat cepat.

Bicara penerapan Revolusi Industri 4.0 ternyata tak hanya terbatas pada industri manufaktur. Implementasi juga dapat dilakukan oleh  sektor lain, salah satunya industri bisnis kuliner “Industri 4.0 merujuk pada tren otomasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik. Di dalamnya mencakup sistem siber-fisik, internet untuk segala, komputasi awan, dan komputasi kognitif,” jelas Rudy Hartawan CEO PT Meeber Teknologi Indonesia.

Menurut Rudy, penerapan Revolusi Industri 4.0 di Bisnis Kuliner, bertujuan meningkatkan kecepatan dan menekan biaya produksi serta mampu menjamin kualitas produk yang baik dan stabil. “Apabila diterapkan pada bisnis kuliner, maka pelaku usaha bisnis kuliner akan mendapatkan solusi atas permasalahan-permasalahan yang selama ini timbul, “ tegasnya.

Rudy lantas mencontohkan beberapa masalah yang ia maksud, seperti kualitas SDM yang dirasa kurang mumpuni, biaya operasional yang tinggi yang muncul akibat gaji karyawan, turn over karyawan yang tinggi. Dan penerapan training yang konsisten dan merata sehingga berdampak pada pemeliharaan kualitas pelayanan dan standar operasional yang sulit diterapkan.

Belajar dari dari pengalaman 10 tahun terakhir, sudah banyak bermunculan solusi digital melalui platform online yang sejalan dengan konsep Industri 4.0. Contohnya reservasi tempat, pemesanan online untuk ambil di tempat maupun layanan antar dan hingga transportasi berbasis online. 

Solusi Digital

Ragam solusi digital tersebut terus berkembang dengan pesat dan sampai pada bisnis kuliner. Namun, solusi tersebut lebih banyak memfokuskan diri pada tahap pra-kunjungan. Yaitu, transaksi yang terbentuk tanpa melakukan kunjungan ke suatu bisnis.

Ini yang mengakibatkan munculnya pertanyaan, bagaimana dengan transaksi yang terjadi pada saat pelanggan setiap kali berkunjung? Dan pertanyaan besar yang harus dijawab perihal volume transaksi terbesar di bisnis kuliner.

Seiring percepatan teknologi, kata dia, Meeber berhasil menghadirkan produk inovatifnya, masing-masing, MeeberPro, MeeberLite yang menjadi solusi aplikasi bisnis bagi pelaku bisnis kuliner atau merchant dan Meeberian yang hadir menjawab kebutuhan aplikasi bagi pelanggan atau penikmat kuliner.

Aplikasi-aplikasi  tersebut menjawab solusi otomasi bisnis kuliner saat berkunjung mulai dari proses pemesanan, pembayaran secara digital yang nyaman dan aman dengan dilengkapi fitur interaksi pendukung antara pelaku bisnis kuliner dalam hal ini merchant dengan pelanggannya.

Tak hanya itu, aplikasi Gratis ini juga menawarkan keuntungan bagi pelaku bisnis kuliner untuk mengetahui wawasan pelanggan, umpan balik (feedback) dari pelanggan lewat penerapan sistem loyalty program yang mudah dan tanpa biaya serta kemudahan untuk berkomunikasi dengan pelanggannya dalam hal penawaran produk, promosi dan masih banyak lagi yang lain untuk dieksplorasi.

Melalui solusi digital yang dimiliki Meeber, pelaku usaha bisnis kuliner mendapatkan kemudahan dan keuntungan luar biasa dalam menjalankan bisnisnya terutama atas layanan makan di tempat sebagai wujud revolusi industri 4.0 di bisnis kuliner. 

Article Lainnya


Makan Pedas Sebabkan Usus Buntu?

Makan Pedas Sebabkan Usus Buntu?

Selama ini, sangat sering kita mendengar pernyataan bahwa makanan pedas adalah penyebab penyakit usu...

Bongkar Aksi Busuk Pedagang Ayam Tiren & Formalin

Bongkar Aksi Busuk Pedagang Ayam Tiren & Formalin

Konsumsi daging ayam saat ini sangat tinggi. Daging ayam adalah sumber protein yang terbilang terjan...

7 Daun Aromatik Untuk Masakan

7 Daun Aromatik Untuk Masakan

Dari sekian banyak bumbu dan rempah masakan, tidak dapat dilepaskan dari daun atau tetumbuhan yang d...

Ternyata Ini Manfaat Kunyah Makanan 33 Kali

Ternyata Ini Manfaat Kunyah Makanan 33 Kali

Judul diatas, dari dulu hingga sekarang tetap menimbulkan kontroversi. Banyak yang mendukungnya, tap...

JELAJAH