Kembali ke Article

Pandemi Covid-19, Penjualan Daging Paus Norwegia Justru Melonjak

23 Sep 2020 Ragam
Pandemi Covid-19, Penjualan Daging Paus Norwegia Justru Melonjak Perburuan Paus di Noregia, foto : ist
23 Sep/2020

Jika banyak industri diberbagai belahan dunia, sedang lesu darah, tidak demikian dengan industri perikanan Norwegia. Pasalnya, justru saat pandemi covid-19, masyarakat Norwegia tidak bisa bepergian dan banyak berdiam di rumah. Pada saat itu, jumlah konsumsi masyarakat justru meningkat. Salah satunya adalah belanja kebutuhan daging ikan paus.

 

 

 

Mengutip CNN, Makanabis mendapati fakta, untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, industri penangkapan dan penjualan ikan paus mendapatkan keuntungan dengan tingginya permintaan daging paus  dari konsumen. Ini karena pada musim panas ini warga Norwegia yang biasanya berwisata ke Italia dan Spanyol memilih menghabiskan liburan di rumah atau ke kawasan wisata di dalam negeri. 

Hasil tangkapan yang disimpan dalam pendingin, foto : CNN
Hasil tangkapan yang disimpan dalam pendingin, foto : CNN

Tradisi Norwegia memang sangat lekat dengan ikan paus. Walau pada pertengahan abad ke-20, banyak spesies paus menuju kepunahan bahkan pada  1986 International Whaling Commission (IWC) melarang pemburuan paus. Beruntung   Norwegia, Islandia, dan Jepang masih diizinkan menangkap paus.

 

 

Menurut Alessandro Astroza, penasehat senior Kementerian Perdagangan Norwegia, ikan paus adalah persoalan sensitif di negaranya. Karena   daging ikan paus dianggap lebih baik ketimbang sumber protein hewani lainnya. Paus minke, jenis ikan paus yang diburu di Norwegia, berkembang biak di alam bebas dan tidak dalam status terancam punah. 

Daging Paus dengan tekstur yang lebih liat. foto : CNN
Daging Paus dengan tekstur yang lebih liat. foto : CNN

Pertanyaannya, seperti apa rasa  rasa daging ikan paus itu? Menurut Cita rasanya memang unik. Secara tradisional, daging paus disajikan mentah atau diolah melalui teknik pengasapan. Ada yang menyebut,  cita rasanya seperti 'rasa minyak ikan cod'. Tekstur daging ikan paus disamakan dengan daging sapi, bedanya rasa asinnya lebih dominan.

 

 

Oyvind Haram dari Federasi Boga Bahari Norwegia, menyebut, daging paus merupakan makanan lokal yang tak memerlukan ongkos ekspedisi besar. Sumber protein ini disebutnya juga berdampak positif bagi kesehatan, berkelanjutan, dan tersedia dalam jumlah pasti sesuai musim. Belakangan, daging paus sudah diolah menjadi aneka hidangan seperti Sushi.  

Aneka olahan daging paus yang siap masak. foto : CNN
Aneka olahan daging paus yang siap masak. foto : CNN

Sebuah penelitian menyebutkan, saat ini  hanya 4% orang Norwegia yang rutin makan daging ikan paus. Karena itu, usaha untuk lebih mempopulerkan atau setidaknya mengembalikan kegemaran orang Norwegia untuk menyantap daging paus seperti zaman dulu. Saat ini sudah ada yang menjual tenderloin paus yang diawetkan dan paus asap hangat untuk membuat carpaccio. Selain itu sosis paus menjadi   yang paling populer.

 

 

Article Lainnya


Urap Alur, Salad Lezat Ala Pesisir

Urap Alur, Salad Lezat Ala Pesisir

Bagi sebagian orang, daun alur mungkin trasa agak asing. Sayuran yang memiliki nama latin Saudea mar...

Sambal Colo-Colo Khas Ambon

Sambal Colo-Colo Khas Ambon

Membicarakan sambal nusantara tentu tak akan ada habisnya. Setiap daerah pasti memiliki berbgai samb...

Beda Mayonais dan Mustard, Sudah Tahu?

Beda Mayonais dan Mustard, Sudah Tahu?

Saat menyantap burger, hotdog, sandwich, dan salad, mayonais maupun mustard biasanya akan disajikan ...

Meeber Jadikan Pasar BenPas, Pasar Rakyat Digital Pertama Di Indonesia

Meeber Jadikan Pasar BenPas, Pasar Rakyat Digital Pertama Di Indonesia

Setelah terbakar tiga tahun lalu, pada 22 Oktober 2020, secara resmi Pasar Banteng Pancasila kembali...

JELAJAH