Kembali ke Article

Santap Ikan Fugu, Kuliner Kamikaze

04 Sep 2020 Food Story
Santap Ikan Fugu, Kuliner Kamikaze
04 Sep/2020

Sepanjang hidupnya, manusia diajarkan untuk menjauhi dan menghindarkan dirinya dari bahaya. Mulai dari cara bekerja, bepergian, dan terutama mencari makanan, dan lain sebagainya,  semua dilakukan dalam kondisi situasi teraman. Insting manusia dilatih untuk tidak memakan bahan-bahan berbahaya.

 

Namun Makanabis menemukan fakta menarik di Jepang.  Pemerintah setempat saat ini tengah berupaya untuk memberikan kelonggaran bagi warganya untuk menikmati kuliner ikan fugu atau ikan buntal. Namun rencana pemerintah Jepang ini bukan tanpa pertimbangan. Pemerintah Tokyo berencana hanya akan memberikan ijin pada koki yang sangat terlatih dan berpengalaman, terutama bagi mereka yang telah memiliki lisensi.

 

 

 

Racun ikan buntal mengalahkan sianida
Racun ikan buntal mengalahkan sianida

Fugu, atau ikan buntal, adalah makanan yang telah lama menguji nyali para penggemarnya. Bahkan Kaisar Jepang pun dilarang mengonsumsi ikan ini, karena alasan keamanan. Ikan ini memiliki racun mematikan bernama tetrodoxin, yang jauh lebih kuat dari racun seperti sianida sekalipun. Bila chef yang menyiapkannya salah langkah dalam memotong atau membersihkan ikan ini, orang yang menyantap sajian fugu  bisa kehilangan nyawa.

 

 

Fugu adalah makanan yang mahal di Jepang dan restoran yang menyajikannya termasuk yang terbaik di negara ini. Kuliner fugu biasanya dibandrol mulai   $ 120 atau sekitar Rp. 2 juta untuk satu dishnya. Nilai tinggi ini karena adanya   jaminan lisensi koki fugu yang dikeluarkan oleh pemerintah Tokyo.   

 

Chef Kunio Miura selalu menggunakan pisau khusus untuk mengolah ikan buntal.
Chef Kunio Miura selalu menggunakan pisau khusus untuk mengolah ikan buntal.

Seperti chef Kunio Miura yang selalu menggunakan pisau khususnya untuk menyiapkan fugu. Sebuah pisau gagang kayu dengan bilah yang ditempa oleh seorang ahli pedang hingga ujung yang tajam. Sebelum dia mulai bekerja di dapurnya, mereka dibawa kepadanya oleh seorang asisten, disimpan dengan hati-hati dalam kotak khusus. Ia harus memiliki sertifikasi khusus dan mempelajari tekniknya selama bertahun-tahun. Sebagai tes terakhir, chef ini harus memakan ikan buntal yang ia siapkan sendiri.

 

 

Miura-san, begitu dia dikenal dengan hormat, telah memotong ikan blowfish selama 60 tahun tetapi masih melakukan tugasnya dengan hati-hati. Satu kesalahan bisa berarti kematian bagi pelanggan. Miura memiliki pengalaman 60 tahun lebih mengolah fugu menjadi hidangan siap santap.  Biasanya ikan buntal disajikan mentah dengan cara diiris tipis-tipis, tanpa dimasak.

Article Lainnya


Bawang Putih Panggang, Khasiat Luar Biasa

Bawang Putih Panggang, Khasiat Luar Biasa

Salah satu alternatif untuk mendapatkan manfaat kesehatan dari bawang putih adalah dengan memanggang...

Kwetiau Goreng Praktis Ala Makanabis

Kwetiau Goreng Praktis Ala Makanabis

Kwetiau merupakan salah satu makanan khas China yang sangat populer di Indonesia. Makanan yang terbu...

Kecap Manis, Hasil Kompromi  Budaya Jawa dan Tionghoa

Kecap Manis, Hasil Kompromi Budaya Jawa dan Tionghoa

Jika dihitung, pasti akan ada banyak sekali masakan Nusantara yang tidak bisa dipisahkan dari ...

Rebus, Goreng, Kukus, Panggang, Mana yang Terbaik?

Rebus, Goreng, Kukus, Panggang, Mana yang Terbaik?

Untuk mendapatkan tubuh yang sehat, salah satu hal mutlak yang harus dilakukan adalah menjaga pola m...

JELAJAH