Kembali ke Article

Sejarah Gingerbread, Kue Ikonik Saat Natal yang Lucu dan Gemesin!

05 Dec 2019 Food Story Ragam
Sejarah Gingerbread, Kue Ikonik Saat Natal yang Lucu dan Gemesin!
05 Dec/2019

Memiliki bentuk yang menarik, membuat banyak orang terutama anak-anak ingin mencicipinya. Anak-anak mungkin akan mengira ini adalah kue cokelat dengan cita rasa yang manis dan lembut. Namun setelah digigit, mungkin mereka akan sedikit kecewa. Ini adalah kue berbahan dasar jahe. Aromanya pun menjadi cukup kuat ala rerempahan. Yup, kali ini Makanabis akan membahas mengenai Gingerbread atau kue jahe.

Kue ikonik Natal

Selain pohon natal, santa claus, hadiah dan berbagai ornament natal lainnya, kue yang terbuat dari tepung, telur, gula, dan jahe ini wajib banget untuk disajikan di hari natal. Bahkan kue ini adalah kue natal tertua, karena sudah ada sejak dulu, bahkan sebelum ada perayaan kelahiran Tuhan Yesus! entuk yang paling populer hingga kini adalah kue jahe berbentuk manusia dengan jenis kelamin laki-lak, dimana di bagian atasnya dihiasi krim dengan warna merah dan hijau.

Mengapa menjadi ikonik saat Natal? Karena ketika hari Natal tiba, biasanya akan turun salju dan udara menjadi cukup dingin. Terutama di Negara Eropa, ya. Alhasil, kue jahe ini mampu menghangatkan badan dengan cita rasanya yang sedikit pedas. Namun rerempahan pada kue ini tidak hanya jahe, melainkan juga kayu manis, cengkeh, pala, dan kapulaga.

Sejarah Ginger Bread

Resep pertama ginger bread ini muncul dari Yunani, sekitar 2.400 sebelum masehi (SM). Kemudian dari yunani, kue ini mulai muncul ke berbagai peradapan. Hal ini dikarenakan pada 992, seorang biarawan dari bagian barat Yunani membawa resep tersebut ke Prancis. Selama tujuh tahun tinggal di Prancis, sang biarawan membagi resep membuat gingerbread ke warga Nasrani yang ada disana.

Di China, ginger bread baru dikenal oleh masyarakat setempat pada abad ke-10. Kemudian pada abad ke-13, resep kue jahe masuk ke Swedia, karena imigran Jerman yang membawanya. Ginger bread kemudian berkembang di Eropa, dan mengalami beberapa penyesuaian resep supaya lebih cocok dengan selera masyarakt setempat. Jika di Jerman dan paris, tekstur kue jahe keras, maka di Negara Inggris, teksturnya sedikit lembut.

Bentuk kue yang bervariasi dan terus berkembang

Gingerbread kerap mengalami perubahan bentuk seiring dengan perkembangan tren kuliner. Awal mula kue ini terkenal di eropa, bentuknya adalah santa dan malaikat. Kemudian muncullah gingerbread berbentuk manusia, dimana kue ini pertama kali dibuat untuk Ratu Elizabeth I. kemudian pada abad ke-16 di Jerman, mulai muncul bentuk lain yaitu bentuk rumah. Pada abad ke-19, tren ini semakin melambung tinggi, lantaran terinspirasi dari film Hansel and Gretel di abad ke-19.

Sekarang kamu bisa membuat kue jahe dengan bentuk semaumu. Mulai dari bentuk hati, hewan atau pohon. Namun beberapa orang memilih untuk tetap membuat kue jahe dengan bentuk orang, supaya lebih terasa ‘natal’ nya. Kemudian kini orang-orang juga berkreasi dengan menambahkan icing di atasnya dan membuatnya menjadi kelihatan menggemaskan. Oh iya, mungkin karena bentuknya yang sangat lucu ini,  pada tahun 1500an, gingerbread digunakan juga sebagai pajangan. Biasanya kue ini dipajang di sudut jendela rumah atau bahkan digantung di pohon natal. Sudah gak zaman makan diresto pake antri, Pre Oderkan menu pilihanmu, dapatkan diskon hingga 69%, penasaran? cari tahu di meeberian. Putri P

 

 

 

Article Lainnya


Viral Korean Strawberry Milk

Viral Korean Strawberry Milk

Minuman populer di Korea saat ini adalah susu stroberi. Umumnya kafe-kafe disana menya...

Taybeh Beer, Bir Halal yang Menyatukan  Muslim, Kristen dan Yahudi

Taybeh Beer, Bir Halal yang Menyatukan Muslim, Kristen dan Yahudi

Hingga detik ini, perdamaian belum pernah terjadi di tanah Palestina. Negara yang diduduki I...

Pisang Karamel Super Easy

Pisang Karamel Super Easy

Pisang digoreng memang enak, tapi kalau olahan pisang hanya digoreng melulu tentu akan membo...

Akhirnya, Daging Imitasi Dijual Di Pasaran

Akhirnya, Daging Imitasi Dijual Di Pasaran

Startup asal Israel, Redefine Meat, berhasil menciptakan ‘daging’ berbahan dasar...

JELAJAH