Kembali ke Article

Sejarah Mangkuk Ayam Jago

15 Jun 2021 Food Story
Sejarah  Mangkuk  Ayam Jago  source : tionghoa info
15 Jun/2021

 

Bagi penggemar kuliner berkuah seperti mie ayam, bakso, dan lainnya, tak merasa asing dengan mangkuk bergambar ayam jago. Saat ini, gambar ayam jago pada mangkuk  legendaris tersebut menjadi inspirasi para kaum muda kreatif untuk membuat beragam aksesoris. Seperti kaos, topi, tas, selendang, sarung bantal hingga selampai. Terkait dengan hak cipta,  PT Lucky Indah Keramik selaku  pemegang hak atas mangkuk ayam jago,  meminta beberapa produsen alat makan untuk tidak ikut menggunakan desain gambar yang sama.

 

Di negara asalnya, mangkuk ayam jago ini merupakan perangkat makan yang wajib digunakan sebagai seserahan dalam upacara pernikahan di Tiongkok. Masyarakat Kanton biasa menyebutnya Jigongwan. Penduduk di wilayah Tiongkok bagian utara Gongjiwan, sementara mereka yang berdialek Minnan atau tinggal di Tiongkok bagian selatan memanggilnya Jijiaowan.

 

 

Sejarah  mangkuk jago ini berawal pada masa Dinasti Ming periode pemerintahan Kaisar Chenghua (1465-1487). Kaisar memesan empat buah cawan bergambar ayam jago dan ayam betina pada pengrajin keramik khusus kekaisaran di daerah Jingdezhen, Propinsi Jiangxi. 

 

Kaisar  memesan  keramik dengan teknik doucai, khusus untuk dirinya dan istrinya sebagai tanda cinta. Cawan tersebut terkenal dengan Jigangbei atau ‘cawan ayam’. Terdiri dari gambar ayam jago, betina, dan anak ayam yang bermakna kemakmuran. Banyak anak, banyak rejeki.

source : tionghoa info
source : tionghoa info

 

Dipuja Kaisar

 

Mangkuk ayam tersebut memiliki makna simbolis. Kata Ji, yang berarti ayam, memiliki kemiripan  bunyinya dengan kata Jia yang bermakna rumah. Sementara simbol  tanaman peoni melambangkan kekayaan. Sementara pohon pisang dengan daun lebar bermakna keberuntungan untuk keluarga.

Kaisar-kaisar Tiongkok begitu menyukai cawan ayam jago tersebut. Di antaranya ada Kaisar Wanli, dan  Kaisar Kangxi (memerintah tahun 1661-1722) dari Dinasti Qing. Sangat  menyukai mangkuk ini, bahkan mereka berani mematok harga mahal untuk gambar ayam jago. Kaisar Qian Long (memerintah tahun 1735-1796), bahkan membuat puisi khusus yang memuja mangkuk ayam jago itu pada 1776.

 

 

Pada masa Dinasti Qing, mangkuk ayam jago mulai diproduksi massal. Masyarakat kelas menengah ke bawah di Tiongkok pada masa itu hanya dapat menggunakan mangkuk bergambar ayam. Sebab, mangkuk-mangkuk bergambar naga, phoenix dan motif lainnya, lebih mahal harganya.

 

 

Pada sekitar awal abad 20, mangkuk ayam jago mulai merambah dunia. Awalnya dibawa oleh para perantau, yang pabriknya berada di Provinsi Guangdong. Lalu menyebar ke beberapa negara di Asia Tenggara. Mangkuk ayam jago pun semakin banyak diproduksi. Mulai dari menggunakan teknik gambar tangan hingga mesin.

 

 

Namun mangkuk jago dari  masa kekaisaran masih menjadi   buruan bagi para kolektor barang antik di seluruh dunia. Sebuah mangkuk  Chenghua yang hanya ada empat di dunia, pernah dilelang oleh badan lelang Sotheby di Hong Kong pada   1960, 1970an, 1980an, 1990an dan terakhir pada 2014. Lelang tertingginya mencapai 36,3 juta dollar AS.

 

Article Lainnya


5 Tips Agar Mata Tak Merah  Saat Memotong  Bawang Merah

5 Tips Agar Mata Tak Merah Saat Memotong Bawang Merah

Semua pasti kenal bawang merah karena hampir semua masakan Indonesia menggunakan bawang merah sebaga...

Sisi  Mistis Makanan, dari Tangkal Hantu hingga Lunturkan Sihir

Sisi Mistis Makanan, dari Tangkal Hantu hingga Lunturkan Sihir

Ada hal yang menarik di dalam dunia kuliner. Ternyata beberapa jenis hantu justru taku...

Panjang Umur? Secangkir Kopi Setiap Hari

Panjang Umur? Secangkir Kopi Setiap Hari

Kopi sering kali dianggap sebagai penyebab dari berbagai macam penyakit seperti jant...

Mengolah Daging Bebek Cepat Empuk dan Anti Amis

Mengolah Daging Bebek Cepat Empuk dan Anti Amis

Bebek memiliki daging yang lebih gurih dan padat daripada ayam sehingga banyak sekali penggemar dagi...

JELAJAH