Kembali ke Article

Sejarah Martabak Telur, Dari India Turun ke Tegal

07 Feb 2020 Food Story
Sejarah Martabak Telur, Dari India Turun ke Tegal
07 Feb/2020

Martabak atau Murtabak adalah pancake isi atau roti goreng yang biasa ditemukan di Semenanjung Arab dan Asia Tenggara, terutama di Arab Saudi, Yaman, Israel, Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei, dan Thailand, Nama mutabbaq dalam bahasa Arab berarti "dilipat". Ini adalah makanan jalanan yang populer di Malaysia, Singapura, dan Indonesia.

Martabak sering digambarkan sebagai pancake telur dadar yang dilipat dengan sedikit sayuran. Di Indonesia dicampur dengan bawang dan daging cincang. Dalam catatan Makanabis, martabak adalah  makanan jalanan yang paling popular di Indonesia.

Kemungkinan martabak berasal dari Yaman, yang kemudian dibawa  oleh pedagang India ke senatero Asia Tenggara. Ke Asia Tenggara, martabak dibawa oleh pedagang Muslim Tamil. Mutabar  adalah campuran dari dua kata, muta berarti telur, komponen penting dari hidangan dan bar bentuk disingkat dari kata barota, atau bratha alias roti.

Martabak sering disebut pancake asia, mengkonsumsi martabak di asia memiliki budaya yang unik, misalnya di asia tenggara, sajiannya berubah menjadi mar-tabak sebagai makanan yang berdiri sendiri, dan tidak boleh dimakan dengan mie atau nasi dalam kondisi apa pun.

Martabak mulai terkenal di Indonesia berawal dari seorang pemuda dari Tegal Jawa tengah yang bernama Ahmad bin Abdul Karim berkelana ke kota besar yaitu Semarang untuk berdagang pada 1930. Kemudian beliau bertemu seorang warga India bernama Abdullah bin Hasan al-Malibary yang pandai memasak dan menjadi sahabat.

Suatu ketika Abdullah yang berasal dari India ini diajak kekampung halaman Ahmad dan diperkenalkan dengan saudara perempuannya dan membuat keduanya menikah. Abdullah ini juga pandai membuat sebuah masakan yang terbuat dari terigu yang disebut martabak. Namun martabak yang dibuat Abdullah ini sudah dimodifikasi dan disesuaikan untuk lidah orang Jawa yang suka memakan sayuran, yaitu martabak yang berisi sayuran yang dicampur dengan bahan lainnya.  

Karena makanan ini banyak disukai maka banyak kerabat dan tetangga dari Ahmad sahabatnya dan istrinya yang diajari membuat kue martabak tersebut, bahkan makanan ini juga sering diperkenalkan diberbagai acara diluar kota seperti pasar malam, maupun acara sekatenan di Yogyakarta dan dugderan di Semarang. Dan kini martabak telur sangat populer di negeri tercinta kita ini dan sudah tersebar.

Uniknya martabak telur  yang memiliki rasa yang gurih, sering dijajakan bersama dengan martabak manis oleh para pedagang kaki lima diberbagai kota di Indonesia, padahal kedua makanan tersebut sangat berbeda jauh, atau mungkin hal ini karena namanya yang hampir mirip sehingga para pedagang menjualnya secara bersamaan. 

2020 ini Meeberian kasih kamu kebebasan untuk jajan lebih banyak, lebih sering, dan lebih hemat. Mulai dari kopi susu kekinian, geprek terpedas, sampai boba topping segala macem, semua bisa kamu nikmatin tanpa antri! Tenang, gak bakal kehabisan karena kamu bisa pre-order semua makanan dan minuman yang kamu mau, bahkan sebelum sampai resto/outlet.

Kurang sayang apalagi sih Meeberian sama kamu? Skuy ajakin semua temanmu untuk Jajan Murah pakai Meeberian. Eits, catet yaa, pakai kode vouchernya JAMURPO50 diskonnya 50% lho! Paskalis Andrew/berbagai sumber

 

Article Lainnya


Ingin Sehat? Konsumsi Jahe Merah

Ingin Sehat? Konsumsi Jahe Merah

Jahe memiliki nama latin Zingiber officinale varietas Rubrum. Berbeda dengan jahe pada umumnya...

Hangatkan Malam Natal dengan Gluhwein

Hangatkan Malam Natal dengan Gluhwein

Perayaan Natal akan lebih hangat jika dirayakan bersama keluarga. Tak lupa beserta sajian berupa mak...

Sambut Natal dengan Kue Lapet Khas Batak

Sambut Natal dengan Kue Lapet Khas Batak

Saat Natal tiba, berkumpul bersama keluarga adaah momen yang tak boleh dilewatkan. Sambil bercengkra...

Rahasia Kuliner Korsel Jadi Icon Dunia

Rahasia Kuliner Korsel Jadi Icon Dunia

Akibat dari demam Korea atau Korean wave, sangat mudah bagi kita menemukan makanan khas Korea Selata...

JELAJAH