Kembali ke Article

Sejarah Nasi Megono Jadi Nasi Tentara

30 Apr 2021 Food Story
Sejarah Nasi Megono Jadi Nasi Tentara source : wikipedia
30 Apr/2021

Bagi yang pernah melintas di kawasan Pantura, pasti tidak asing dengan menu kuliner nasi megono. Masakan khas yang beraroma buah kecombrang  ini memang menggugah selera. Bumbu megono biasanya di hidangkan bersama nasi, sehari – hari disebut nasi megono, sego megono atau bisa juga di sebut “nasi tentara.”

Mengapa di sebut nasi tentara? dari  berbagai sumber Makanabis mendapat refrensi bahwa sejarah,   nasi dan lauk yang begitu fleksibel ini kerap disuguhkan oleh masyarakat pada Tentara Nasional Indonesia saat mempertahankan kemerdekaan. Karena situasi yang serba sulit saat agresi militer Belanda, masyarakat harus berpikir cerdas menyediakan ransum bagi tentara rakyat ini.

 

Kata Megono berasal dari bahasa Jawa, mergo yang artinya sebab dan ono yang artinya ada. Namun kuliner sudah ada sejak sebelum perang kemerdekaan. Wilayah Jawa terutama kawasan Pekalongan, Brebes dan sekitaran wilayah Pantura adalah penghasil atau lumbung pangan Jawa Tengah. 

source : net
source : net

Pernah pada suatu masa, para petani dikawasan tersebut mengalami gagal panen. Begitu sulitnya kala itu, membuat masyarakat harus memutar otak bersiasat dengan keadaan. Bagaimanapun manusia harus tetap makan.

Akhirnya mereka menemukan masakan yang cepat untuk di olah. Awal mula nasi megono tercipta dari kerak olahan nasi. Namun lama kelamaan, nasi baru juga dihidangkan beserta bumbunya.  Nasi megono di olah dari nangka muda atau di sebut oleh warga sekitar pekalongan cecek,  yang di padu padankan dengan makanan urapan seperti kacang-kacangan dan sayuran, warga sempat menambahkan nangka muda yang di cincang halus untuk menciptakan cita rasa gurih.

Dan pada saat perang kemerdekaan, nasi megono jadi menu wajib bagi tentara republik yang melakukan perang gerilya.  Dari sinilah megono tercipta khas, yang dimasak dengan sebab dan alasan yang tepat, menemani setiap tentara gerilya berperang untuk melawan penjajah.

Hingga sekarang pun nasi megono nya masih terus eksis. Nasi megono inilah yang mengenyangkan perut warga Pekalongan. Tanpa nasi megono, mungkin para tentara tak bisa bertahan dari masa peperangan jaman Belanda. Bagaimana, tertarik mencoba nasi megono?

 

 

Article Lainnya


Cara Alami Obati  Radang  Usus   Buntu

Cara Alami Obati Radang Usus Buntu

Usus buntu merupakan organ berbentuk kantong kecil dan tipis, berukuran sepanjang 5 hingga 10 cm yan...

Pentingnya Makan Setelah Olahraga

Pentingnya Makan Setelah Olahraga

Selama berolahraga, latihan, atau aktifitas fisik lainnya, tubuh memperoleh bahan ...

Saatnya Bersih-Bersih Usus

Saatnya Bersih-Bersih Usus

Secara medis, membersihkan usus sebenarnya tidak diperlukan kecuali jika memang Anda menderita penya...

Cumi Goreng Tepung Mantul

Cumi Goreng Tepung Mantul

Asal tidak terlalu lama memasaknya, cumi adalah hidangan seafood yang sangat lezat. Dipadupadankan d...

JELAJAH