Kembali ke Article

Sejarah Prasmanan, Buffet a.k.a All You Can Eat

09 Oct 2020 Food Story
Sejarah Prasmanan, Buffet a.k.a All You Can Eat foto : insider
09 Oct/2020

Sepertinya sajian prasmanan, buffet atau all you can eat adalah produk budaya modern. Tidak banyak yang tahu jika konsep sajian prasmanan ini sudah ada sejak abad ke-12. Artinya sajian prasmanan ini adalah pola penyajikan yang sudah terbilang jadul yang tetap terus dilakukan oleh manusia modern.

 

 

 

Sumber sejarah makanabis menyebutkan, pramanan ini awalnya banyak dilakukan di Eropa. Perancis tercatat sebagai negara pertama yang mempopuler gaya makan bersama ini. Kala itu para bangsawan dan kelas cendekia di Perancis, sering kali mengadakan pertemuan besar yang sifatnya resmi. Mereka menggelar pertemuan atau pesta di sebuah tempat luas  yang menyediakan makanan untuk banyak orang.

Buffet, gaya orang Perancis berpesta, foto : platos tipicos
Buffet, gaya orang Perancis berpesta, foto : platos tipicos

Adapun urutan dari hidangan yang disajikan tersebut adalah, sebelum masuk ke acara inti, para tamu disuguhi sajian pembuka, berupa makanan ringan atau appetizer. Makanan pembuka ini  diletakkan di sebuah furnitur berbentuk meja panjang namun sempit. Orang Perancis menyebut meja ini sebagai buffet.

 

 

 

Empat abad kemudian, tepatnya pada abad ke-16, orang-orang Swedia meluaskan buffet tidak hanya tebatas pada makanan pembuka saja. Mereka kemudian mengembangkan buffet dengan makanan utama sekaligus. Tren ini lantas menyebar hampir ke seluruh benua Eropa. Beberapa imigran Eropa yang menetap di Amerika juga terus menjalankan gaya buffet ini saat mereka menggelar pesta.

Menyebar ke seluruh dunia, foto : dailysabah
Menyebar ke seluruh dunia, foto : dailysabah

Baru pada sekitar 1940 an, dari Amerika, buffet ini menyebar ke seluruh dunia dengan gaya all you can eat hingga detik ini. Kata buffet  yang awalnya merujuk furnitur meja kecil tempat makanan disajikan, kini menjadi istilah cara penyajian makanan itu sendiri.

 

 

 

Di Indonesia, kata prasmanan atau buffet, merupakan pelintiran dari bahasa Belanda, fransman. Kata tersebut merupakan sebutan orang Belanda pada orang-orang Perancis yang seneng menggelar pesta dengan menghidangkan seluruh makanan pada sebuah meja. 

foto : buffet comida
foto : buffet comida

 

Kini, seiring perkembangan budaya dan bisnis, prasmanan jadi satu entitas tersendiri dalam bisnis makanan dan minuman. Bentuk-bentuk usahanya pun beragam tergantung target pasar, skala bisnis, dan gaya penyajian yang dipakai. Umumnya tamu datang dan mengambil makanannya sendiri, sementara pembayarannya bisa dilakukan sebelum, ataupun setelah makan. Demikian juga saat pesta, konsep pramanan ini juga menjadi tren. bbs/ bersambung: Ragam Buffet Menurut Negara. 

 

Article Lainnya


5 Tips Agar Mata Tak Merah  Saat Memotong  Bawang Merah

5 Tips Agar Mata Tak Merah Saat Memotong Bawang Merah

Semua pasti kenal bawang merah karena hampir semua masakan Indonesia menggunakan bawang merah sebaga...

Sisi  Mistis Makanan, dari Tangkal Hantu hingga Lunturkan Sihir

Sisi Mistis Makanan, dari Tangkal Hantu hingga Lunturkan Sihir

Ada hal yang menarik di dalam dunia kuliner. Ternyata beberapa jenis hantu justru taku...

Panjang Umur? Secangkir Kopi Setiap Hari

Panjang Umur? Secangkir Kopi Setiap Hari

Kopi sering kali dianggap sebagai penyebab dari berbagai macam penyakit seperti jant...

Nih,,,,, Cara Mudah Pilih Jeruk Manis Dan Segar

Nih,,,,, Cara Mudah Pilih Jeruk Manis Dan Segar

Jeruk menjadi buah favorit banyak orang, karenakan rasanya yang manis segar dan harganya yang terjan...

JELAJAH