Kembali ke Article

Shirataki Rice, Si Nasi Ajaib

05 Oct 2020 Healthy Food Ragam
Shirataki Rice, Si Nasi Ajaib foto : japancentre
05 Oct/2020

 

Saat ini sudah banyak jenis pilihan diet. Baik dari metode hingga asupan makanan yang dapat dipakai diet. Belakangan ini ramai dibincangkan mengenai beras shirataki yang diklaim mampu menjadi asupan diet yang sempurna. Menarik untuk membedah beras yang diklaim rendah kalori ini. Dan diramu dari berbagai sumber, makanabis membedah apa itu beras shirataki dan apakah benar manfaat yang diklaim itu?

 

 

Ternyata, beras shirataki asal Jepang ini adalah beras rekayasa yang dibuat dari tepung konnyaku yang diperoleh dari akar tanaman konyaku atau ubi konjak. Banyak orang menyebut beras shirataki   sebagai "nasi ajaib." Awalnya Shirataki diproduksi dalam bentuk  mie.   Shirataki juga sering disebut 'white waterfall, hal ini  menunjukkan bentuknya yang bening transparan agar putih dan mulur. 

Umbi tanaman konjac bahan dasar pati shirataki
Umbi tanaman konjac bahan dasar pati shirataki

 

Dibandingkan dengan jenis mie lain, shirataki lebih lembek, mulur dan berair. Hal ini karena mie ini dibuat dari 100% umbi gajah atau konjac. Rasanya juga hambar dan agak lebih  liat saat dikunyah. Umumnya dijual dalam keadaan basah dalam kemasan plastik berisi air dan kering seperti soun. Namun dengan perkembangan teknologi, Jepang berhasil mengembangkan  shirataki menjadi   berbentuk beras.

 

 

Beda

Dibandingkan beras konvensional, beras shirataku  sangat rendah karbohidrat dan kalori. Konon hal inilah yang menjadi rahasia mengapa wanita Jepang tetap langsing walaupun usia terus bertambah.  Selain beras bebas kalori, beras ini juga bebas kedelai dan bebas gluten, sehingga sangat bermanfaat bagi yang alergi kedelai dan gluten. 

 

Salah satu produk olahan yang juga dapat diolah menjadi mie, foto : japancentre
Salah satu produk olahan yang juga dapat diolah menjadi mie, foto : japancentre

Setiap 100 gram shirataki mengandung 15 kalori, 0.02 gram lemak dan 3.44 gram karbohidrat dan 0.19 gram protein. Karena 97 % berupa air dan berserat tinggi maka konsumsi shirataki akan memberi rasa kenyang lebih lama. 

 

 

Selain itu, shirataki juga mengandung glucomannan, serat larut yang baik untuk mencegah dan mengobati sembelit, membantu menurunkan berat badan, dan menjaga stabilitas  gula darah. Glucomannan merupakan prebiotik yang membantu memberi makan bakteri probiotik yang ada di dalam u sus. Hal ini membantu sistem pencernaan lancar dan mencegah kembung. Konsumsi shirataki dapat mengurangi konsumsi karbohidrat secara keseluruhan.

Bentuknya sangat mirip dengan beras konvensional.
Bentuknya sangat mirip dengan beras konvensional.

Apalagi beras ini terjangkau dan sederhana serta cepat dalam penyajiannya. Nasi ini juga memiliki sedikit rasa tersendiri, tetapi dapat dengan mudah berbaur dengan berbagai hidangan Asia. Nasi dengan mudah menyerap bumbu atau saus yang kamu siapkan. Makanabis merekomendasikan beras shirataki ini sebagai asupan rendah karbohidrat dan  kalori sehingga cocok untuk diet.

 

 

 

Article Lainnya


Daun Sirih, Satu Daun Sembuhkan Berbagai Penyakit

Daun Sirih, Satu Daun Sembuhkan Berbagai Penyakit

Masih menganggap daun sirih hanya untuk menginang? Hanya untuk nenek-nenek? Anda kel...

4 Manfaat Makan Perlahan, dari Cegah Bau Mulut hingga Resistensi Insulin

4 Manfaat Makan Perlahan, dari Cegah Bau Mulut hingga Resistensi Insulin

Proses pencernaan makanan diawali dengan mengunyah. Secara medis, manusia harus meng...

Resep Sate Maranggi Rumahan Lezatnya Bikin Makanabis

Resep Sate Maranggi Rumahan Lezatnya Bikin Makanabis

Beda sate maranggi dengan jenis sate lainnya adalah pada proses marinasinya. Marangi...

Rambut Bermasalah? Coba Rebusan Daun Salam

Rambut Bermasalah? Coba Rebusan Daun Salam

Daun salam tak hanya bermanfaat bagi kesehatan tubuh saja. Daun penyedap...

JELAJAH