Kembali ke Article

Ternyata Kue Apem Bukan Kue Asli Indonesia

21 Nov 2019 Food Story Headline Ragam
Ternyata Kue Apem Bukan Kue Asli Indonesia
21 Nov/2019

Kue apem dikenal dengan kue tradisional Indonesia, khususnya merupakan kue khas Jawa. Kue apem berbentuk bulat, tebal dan berwarna putih. Terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan telur, santan, gula dan tape serta sedikit garam dan didiamkan selama semalam. Kemudian kue apem dipanggang dalam cetakan berbentuk bulat pipih. Bentuknya mirip seperti surabi, namun lebih tebal. Rasanya manis, empuk dan juga lembut di mulut.

Kue ‘Spesial’ Masyarakat Jawa

Makanabis kerap mendapai kue apem disajikan sebagai makanan ketika ada acara selamatan orang meninggal, hingga menyambut bulan ramadhan. Kue apem seringkali ada mulai dari acara syukuran, menyambut bulan puasa hingga kematian. Bahkan di Jawa Barat, kue apem dimaknai sebagai kebersamaan dan juga kue untuk tolak bala alias pengusir kesialan. Tapi tahukah kamu jika kue ini enggak benar-benar kue tradisional kepunyaan Indonesia?

Dari India atau Arab?

Ada dua versi yang menjadi sejarah dari kue ini. Pertama, kue apam khas Indonesia ini terinspirasi dari kue Appam khas India. Ukurannya kecil namun tebal di bagian tengahnya. Jika kamu mencoaba browsing di Internet dan mengetikkan “Kue apem” di pencarian, kamu akan mendapati tulisan berupa “dikenal juga dengan appam di negeri asalnya India”. Hal ini disebabkan karena kesamaan nama pada kedua kue ini. Jika di Indonesia disebut ''apem" , maka di India disebut dengan "appam" . Bahan pembuatannya pun sama yaitu terbuat dari tepung beras dan santan. Bedanya, terkadang kue appam India menggunakan susu sapi sebagai pengganti dari santan. Selain itu, kue ini tidak disantap begitu saja. Kue appam kerap dijadikan sebagai teman makan kari ayam ataupun ikan, yang menggunakan saus bumbu pedas.

Versi lainnya mempercayai jika kue apem ini berasal dari Arab. Legenda mengatakan jika kue ini dibawa oleh seseorang yang merupakan keturunan Prabu brawijaya, Ki Ageng Gribig. Ki Ageng Gribig yang baru kembali dari tanah suci ini, membawa tiga buah makanan sebagai oleh-oleh. Dirasa terlalu sedikit, istrinya kemudian membuat ulang kue tersebut dan dibagikan kepada penduduk setempat. Masyarakat yang berebutan, kemudian diteriaki oleh Ki Ageng Gribig dengan mengatakan “yaqowiyu” yang artinya “Tuhan berilah kekuatan.”. Entah bagaimana, kemudian makanan ini disebut dengan kue apem, dimana nama ini berasal dari saduran bahasa arab, yaitu “affan” yang bermakna ampunan. Kebiasaan inilah yang masih diteruskan sampai sekarang, dimana sekarang kita membagi-bagikan kue apem menjelang bulan ramadhan.

Tapi memang beberapa kuliner Indonesia ini mendapatkan pengaruh dari budaya negara lain. Tentu saja mengingat sejarah Indonesia yang cukup banyak berhubungan dengan beberapa negara di dunia ini. Kamu suka jajan apem enggak, nih? Sudah gak zaman makan diresto pake antri, Pre Oderkan menu pilihanmu, dapatkan diskon hingga 69%, penasaran? cari tahu di meeberian. Putri P

Article Lainnya


NEW NORMAL dan Dampaknya pada Bisnis Kuliner

NEW NORMAL dan Dampaknya pada Bisnis Kuliner

Sepekan terakhir, kita jadi lebih sering membaca, mendengar dan melihat di media massa mengenai New ...

Buat Sendiri Oreo Supreme KW

Buat Sendiri Oreo Supreme KW

Baru-baru ini brand biskuit Oreo membuat geger dunia maya karena meengeluarkan produk yang sangat ma...

Jenis Beras dan Khasiatnya, Sesuaikan Kebutuhan Tubuhmu

Jenis Beras dan Khasiatnya, Sesuaikan Kebutuhan Tubuhmu

Bagi mayoritas masyarakat Indonesia, nasi merupakan makanan pokok yang tidak bisa ditinggalkan. Bahk...

Kaviar, Emas Hitam Dunia Kuliner

Kaviar, Emas Hitam Dunia Kuliner

Telur ikan sturgeon yang telah diproses dan digarami di dunia kuliner dinamai kaviar. Kaviar menjadi...

JELAJAH