Kembali ke Article

Solusi Cerdas Bagi UMKM dan IKM Terdampak Covid 19

16 Apr 2020 Ragam
Solusi Cerdas Bagi  UMKM dan IKM  Terdampak Covid 19 Kerjasama KADIN Jatim, APTIKNAS dan PT Meeber Teknologi Indonesia
16 Apr/2020

 

Tak hanya menyerang kesehatan manusia, kesehatan bisnis juga turut digerogotinya oleh pandemi covid-19. Hampir semua sektor usaha terdampak secara langsung. Pada beberapa kesempatan, Menteri Keuangan Indonesia memberikan analisa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan turun ke 2,3 persen, bahkan dalam skenarionya yang lebih buruk, bisa mencapai negatif 0,4 persen dalam skenario terburuk bisa minus 0,4 persen.

 

Bagaimana hal ini bisa terjadi? Ketiadaan kegiatan di luar rumah serta terhentinya beberapa kegiatan perekonomian yang menjadi penyebabnya. Imbasnya, banyak usaha UMKM dan IKM yang terpukul hingga omsetnya turun drastis.  

 

Menyadari urgensinya, KADIN Jatim bekerjasama dengan Asosisasi Pengusaha TIK (APTIKNAS) berupaya mencari solusi atas permasalahan ini.  Dan tak bisa dipungkiri, teknologi digital adalah solusi cerdas. Berbasis digital, bisnis dimasa sulit ini tetap akan memberikan gairah dan pertumbuhan UMKM dan IKM kuliner. Menurut data BPS 2019, di Jatim ada lebih dari  4.169 rumah makan dan restoran. Jumlah ini tentu saja terus berkembang secara dinamis hingga memasuki 2020. 

Solusi Meeber bagi UMKM dan IKM di Jawa Timur disampaikan Tritan Saputra, Waketum bid, Telekomunikasi &Teknologi Informatika.
Solusi Meeber bagi UMKM dan IKM di Jawa Timur disampaikan Tritan Saputra, Waketum bid, Telekomunikasi &Teknologi Informatika.

 

“Survey Nielsen yang dimuat di South China Morning Post pada 7 April 2020, menyebutkan terjadi perubahan pada kebiasaan makan konsumen Asia, bahkan setelah pandemi COVID-19 mereda. Mereka jadi lebih suka takeway atau makan di rumah, ketimbang menyantap di tempat,” buka Ir Okky Tri Hutomo, Ketua APTIKNAS Jatim.

 

Kesimpulan dari survey Nielsen, lanjut Okky, konsumen di berbagai wilayah di Asia, telah memberi sinyal bahwa kebiasaan makan mereka sangat mungkin berubah secara permanen, bahkan setelah dunia tak lagi terdampak penyebaran covid 19.

 

“Survey Nielsen ini melibatkan 6.000 responden dari 11 pasar kuliner, termasuk Tiongkok, Hong Kong, Taiwan, Jepang, Korea Selatan, Thailand, Filipina, Vietnam, Malaysia, Singapura, dan Indonesia. Polling ini dilakukan pada tanggal 6 hingga 17 Maret 2020, dengan metode daring,” tegas Okky.

"Memberikan kemudahan bagi pelaku usaha ditengah pandemi covid 19," Oky Tri Hutomo, Ketua APTIKNAS Jatim (kanan)

 

Mencermati kondisi tersebut, maka dibutuhkan sebuah cara atau metode yang mampu memenuhi perubahan pola hidup tersebut. Sebuah aplikasi kuliner yang mudah digunakan, canggih dan tentunya bermanfaat. Dan pilihan itu jatuh pada PT Meeber Teknologi Indonesia dengan produk aplikasi Meeberlite untuk mercant atau pelaku usaha dan Meeberian untuk konsumen atau pelanggan. Dengan aplikasi Meeber ini, pelaku usaha dan pelanggan dapat tetap terhubung dan tetap dapat bertransaksi meski saat ini ada banyak pembatasan karena pandemi covid 19.

 

Tantangan bisnis F&B ke depan, adalah bagaimana menerapkan teknologi untuk mendukung konsep layanan kuliner sehingga menciptakan pengalaman yang unik, layanan cepat, dan nyaman (pesan, bayar, dan ambil pesanan) dan yang penting hemat biaya operasional maupun investasi bagi pengelola,” jelas Rudy Hartawan, CEO Meeber Teknologi Indonesia.

 

Menurut Rudy, Meeber menawarkan solusi yang tepat untuk mendukung konsep yang disebutnya dengan Digital Resto 4.0. Penerapan Meeber melalui teknologi aplikasi, bisa langsung memesan  melalui QR Code yang tersedia. Bahkan pembeli sudah bisa melakukan pemesanan sedari rumah atau diperjalanan dengan fitur pre order, tanpa harus antri di gerai.

Media antusias mengabadikan proses expose public Meeber bagi ketahanan ekonomi
Media antusias mengabadikan proses expose public Meeber bagi ketahanan ekonomi

 

“Sementara keuntungan bagi merchant atau pengelola, kecepatan dan ketepatan dalam pemesanan, informasi promo yang lengkap. Meeber juga dilengkapi fitur pesan lebih  awal atau pre-order. Satu aplikasi dengan sistem pembayaran digital yang lengkap. Solusi pembayaran non tunai atau Cashless serta pelayanan penyajian makanan tanpa antri dan dipanggil. Semua o bagian dari gaya hidup on-the-go seperti hasil survey Neilsen,” tegas Rudy.

 

Lebih lanjut Rudy menjelaskan jika saat ini sudah ribuan mercant yang telah menggunakan aplikasi Meeber yang tersebar di Jabodetabek, Bandung, Semarang, Jogya, Surakarta, Surabaya, daerah Gerbang Kertasusilo, Malang, Bali dan Makasar.

 

“Pertumbuhan dan perkembangan Meeber terbilang cukup menggembirakan. Semua ini semata-mata karena adanya kesesuaian berbagai fitur dalam aplikasi dengan kebutuhan penggunanya. Sangat membantu pengusaha kuliner dan dibutuhkan oleh konsumenf. Singkatnya PDP, Produktif Dalam Pandemi,” pungkasnya

Rudy Hartawan, CEO Meeber bersama Adik Dwi Putranto, Ketum KADIN Jatim
Rudy Hartawan, CEO Meeber bersama Adik Dwi Putranto, Ketum KADIN Jatim

Article Lainnya


Salah Olah,  Lidah Serasa Bertulang

Salah Olah, Lidah Serasa Bertulang

Bagian sapi yang satu ini sangat populer dan mudah ditemukan di pasar tradisional atau pasar...

 Penyakit Kelas Berat,,,,,Lagi-Lagi Obatnya Hanya Ciplukan

Penyakit Kelas Berat,,,,,Lagi-Lagi Obatnya Hanya Ciplukan

Pada edisi lalu, makanabis mempublish manfaat daun pohon ciplukan bagi kesehatan. Respon pembaca mak...

Cara Alamiah Usir Karang Gigi

Cara Alamiah Usir Karang Gigi

Semua pasti setuju, karang gigi membuat pemandangan mulut terlihat kurang sedap ...

Mencicipi Ceviche, Sashimi ala Peru

Mencicipi Ceviche, Sashimi ala Peru

Peru, sebagai salah satu negara destinasi wisata di Amerika Selatan, tentu ada hal ist...

JELAJAH