Kembali ke Article

Soto Kadipiro, Legenda Soto Jogja Sejak 1929

Soto Kadipiro, Legenda Soto Jogja Sejak 1929
23 Jan/2020

Salah satu penyebab padatnya jalan Wates Bantul adalah karena adanya mobil keluar masuk untuk parkir disebuah kawasan yang terdapat warung soto. Tentu saja warung soto ini bukan warung sembarangan. Soto Kadipiro demikian nama tempat makan tersebut.

Nama warung soto ini sudah sangat kondang. Ini bisa dilihat dari pengunjung warung tersebut. Saat tim Makanabis menyambangi tempat ini, banyak pengunjung yang berasal dari luar Jogja. Mereka rata-rata datang bersama keluarga.

Resep Warisan

Warung Kadipiro memiliki menu utama soto ayam dari trah Tahir Karto Wijoyo. Seluruh soto Kadipiro dimiliki oleh bapak, anak hingga cucu dari trah Karto Wijoyo. Bila datang dari arah perempatan Wirobrajan, Anda akan menemukan tiga warung soto di kiri jalan dan sebuahnya lagi ada di kanan jalan. Yang disebelah utara utara masih menampilkan warung era sebelum kemerdekaan, dan warung itulah yang menjadi cikal bakal berdirinya warung soto ayam ini.

Tahir Karto Wijoyo memulai usaha ini pada 1921, namun ia mulai mendapatkan pelanggan dan daganganya mulai terkenal sejak 1929. Selanjutnya, usaha Soto Kadipiro dikelola oleh generasi kedua, yaitu Widadi Dirjo Utomo. Semua sejarah itu bisa dilihat karena ada artikel reportase yang masih menggunakan ejaan lama.  

Dengan pelayanan ramah dan penuh humor, para tamu disambut dan dicatat pesanannya. Saat menunggu, di meja sudah tersedia hidangan tambahan berupa, sate telur puyuh, tempe mendoan, ayam goreng dan aneka kerupuk. Beberapa saat kemudian, soto pesanan tim Makanabis sudah tiba di meja. Tim mencium bau harum dan lezatnya rempah.

Di mangkok selain suwiran ayam dan kol, ada juga perkedel. Dan ini yang menjadi ciri khas dari soto Kadipiro. Ciri khasnya yang gurih dan segar. Kelezatan ini didapat bukan dari penyedap makanan, melainkan melalui racikan bumbu-bumbu tradisional yang diolah oleh tangan-tangan ahli resep asli turun temurun. Selain itu dari penjelasan pemilik warung, mereka mengaku sampai saat ini masih menggunakan kayu bakar untuk memasak.  

Disini rupanya rahasia kelezatan Soto Kadipiro. Uniknya warung ini buka mulai 07.30 dan tutup hingga habis sotonya. “Ya pokoknya itu, kami buka setelah semua siap dan matang. Biasanya sih antara jam 7 samapai jam 8 pagi dan tutup ya sehabisya dagangan. Itu sudah ada plakat di depan warung,” ujar seorang bapak yang sedang meracik soto. Untuk hidangan lezat ini harga yang dipatok sangat murah, itulah sebabnya banyak yang pernah datang dan merasakan kuliner ini akan selalu datang dan kembali ke Soto Kadiro.

Article Lainnya


Ingin Sehat? Konsumsi Jahe Merah

Ingin Sehat? Konsumsi Jahe Merah

Jahe memiliki nama latin Zingiber officinale varietas Rubrum. Berbeda dengan jahe pada umumnya...

Hangatkan Malam Natal dengan Gluhwein

Hangatkan Malam Natal dengan Gluhwein

Perayaan Natal akan lebih hangat jika dirayakan bersama keluarga. Tak lupa beserta sajian berupa mak...

Sambut Natal dengan Kue Lapet Khas Batak

Sambut Natal dengan Kue Lapet Khas Batak

Saat Natal tiba, berkumpul bersama keluarga adaah momen yang tak boleh dilewatkan. Sambil bercengkra...

Rahasia Kuliner Korsel Jadi Icon Dunia

Rahasia Kuliner Korsel Jadi Icon Dunia

Akibat dari demam Korea atau Korean wave, sangat mudah bagi kita menemukan makanan khas Korea Selata...

JELAJAH