Kembali ke Article

Tak Hanya Odading, Ini ‘Sejarah Lucu’ Nama Kuliner Indonesia

28 Sep 2020 Headline Ragam
Tak Hanya Odading, Ini ‘Sejarah Lucu’  Nama Kuliner Indonesia
28 Sep/2020

Jajanan odading viral belakangan ini. Tren pencarian nama kudapan satu ini mendadak melejit naik. Adalah Remi Sylado yang membabar sejarah odading dalam acara Australian Association of Indonesian Language Educators Conference, yang diselenggarakan oleh Melbourne Institute of Asian Languages and Societies, University of Melbourne.

 

 

Seperti pernah di publish di Makanabis.com, pemberian nama ini sebenarnya tidak berkorelasi langsung dengan camilan itu sendiri.  Odading ini ternyata pernah memiliki “hubungan khusus” dengan sebuah keluarga Belanda di zaman dulu. “Ceritanya, suatu hari  putra seorang meneer (istilah untuk pejabat Belanda) merajuk kepada maminya. Ia menginginkan jenis penganan yang dijajakan oleh seorang pedagang.  Karena tak mengetahui namanya ia hanya bisa  menunjuk-nunjuk dagangan yang tengah dipanggul tersebut.   Melihat kue itu, berkatalah sang nyonya kepada anaknya, “0, dat ding?” Artinya, “0, barang itu? ” papar Remy kala itu. 

Pisang raja jimlok yang sangat terkenal manis.
Pisang raja jimlok yang sangat terkenal manis.

Ternyata tak hanya odading saja nama unik dari kuliner di  Indonesia. Ada beberapa nama lain yang tak ada dalam khasanah bahasa daerah sekalipun. Contohnya hikayat lucu tentang cau raja jimbluk. Nama jenis pisang raja yang bentuknya besar dan rasanya sangat legit. Alkisah

 

Pada sekitar 1946, satu regu patroli tentara campuran Inggris dan KNIL lokal masuk dalam wilayah Cianjur Selatan. Ditengah keputusasaan akibat kehabisan logistik mereka menemukan pohon pisang yang sudah matang di ladang penduduk. Sebatang pohon pisang raja yang buahnya sudah masak. Melihat pisang   di depannya, si serdadu berseru keras kepada temannya,”Jim, look! (Jim,lihat!)” Jadilah pisang raja jimluk.

Ilustrasi penamaan god dank yang kemudian dianggap sebagai penyebutan gedang atau pisang.
Ilustrasi penamaan god dank yang kemudian dianggap sebagai penyebutan gedang atau pisang.

Jauh sebelumnya, Konon kejadian yang hampir sama terjadi saat tentara VOC tengah memadamkan peperangan dengan kubu Sultan Agung. Satu peleton tentara kompeni yang tengah memburu tentara Jawa tersesat dan   kehabisan logistik.Saat kritis itulah, mereka menemukan rumpun pisang   yang sudah masak. Saking girangnya dapat makanan, mereka berseru dalam bahasa Belanda, “God dank“, artinya ‘terima kasih Tuhan’. Di telinga orang-orang Jawa, seruan rasa syukur tersebut kemudian menjadi istilah gedang untuk buah pisang. Sangat sulit untuk mengecek kebenaran hal ini, karena penyebutan kuliner itu kebanyakan berasal dari sumber tutur. bbs

Article Lainnya


4 Manfaat Makan Perlahan, dari Cegah Bau Mulut hingga Resistensi Insulin

4 Manfaat Makan Perlahan, dari Cegah Bau Mulut hingga Resistensi Insulin

Proses pencernaan makanan diawali dengan mengunyah. Secara medis, manusia harus meng...

Rambut Bermasalah? Coba Rebusan Daun Salam

Rambut Bermasalah? Coba Rebusan Daun Salam

Daun salam tak hanya bermanfaat bagi kesehatan tubuh saja. Daun penyedap...

Jangan Tunda lagi Konsumsi Pepaya, Ini 5 Manfaatnya

Jangan Tunda lagi Konsumsi Pepaya, Ini 5 Manfaatnya

Pepaya buah yang terbilang sangat terjangkau dari sisi harga. Meski murah namun papa...

Nasi  Ayam Hainan  Homemade

Nasi Ayam Hainan Homemade

Dalam bahasa aslinya, nasi Hainan bernama hanzi atau hanyu piyin. Meski berasal dari...

JELAJAH