Kembali ke Article

Terasi, Olahan Udang yang Membuat Dua Kerajaan Berperang

20 Jun 2020 Food Story Headline
Terasi, Olahan Udang yang Membuat Dua Kerajaan Berperang Image Source : https://3.bp.blogspot.com/
20 Jun/2020

Terasi adalah primadona di lidah masyarakat Indonesia. Olahan udang ini digunakan untuk melezatkan berbagai makanan, seperti sambal, cah kangkung, nasi goreng, atau bahkan sayur asam. Bentuk terasi sangat beragam, namun pada umumnya berbentuk bulat atau persegi. Warnanya pun brmacam-macam tergantung pada bahan dasar pembuatannya. Jika terasi tersebut terbuat dari udang rebon, maka terasi aka berwarna coklat ke merah-merahan. Banyak ditemukan pula warna terasi yang hitam pekat atau ungu gelap. Terasi biasanya hanya dicampurkan sedikit ke dalam makanan, namun dapat membuat makanan menjadi sangat sedap. Makanabis pun tergelitik untuk mengetahui asal usul terasi.

Image Source : https://makassar.terkini.id/
Image Source : https://makassar.terkini.id/

 

Terasi sebenarnya sudah ada sejak zaman Kerajaan Singaphura. Kerajaan ini berada di Tamasek yang kini menjadi Negara Singapura. Kepopuleran dan kelezatan terasi pada masa itu membuat para pedagang yang datang dari berbagai negara merasa terpincut. Tak terkecuali Laksamana Cheng Ho. Laksamana Cheng Ho yang datang ke Nusantara untuk menyebarkan ajaran Islam merupakan pimpinan para pedagang dari China, yang juga melakukan pertukaran komoditas dengan Cirebon dan China. Dengan demikian, Laksamana Cheng Ho membawa terasi ke negaranya untuk diperdagangkan kembali.

 

Bertahun-tahun setelah terasi populer di zaman Kerajaan Singaphura, Kerajaan Cirebon pun menyusul turut mempopulerkan terasi dengan bahan dasar udang khas Cirebon. Pangeran Cakrabuana dari Kerajaan Cirebon diketahui sangat piawai mengolah udang tangkapannya menjadi terasi.  Kepiawaiannya ini bahkan membuatnya naik tahta. Kerajaan Cirebon kala itu juga diwajibkan membayar upeti. Terasi menjadi bahan baku yang sangat penting kala itu untuk meneyedapkan setiap masakan. Hal ini yang mendasari penamaan terasi dimana kata ‘terasi’ berasal dari Bahasa Sunda ‘Asih atau Terasih’ yang memiliki arti ‘sesuatu yang sangat disukai’.

Image Source : katasapa.com
Image Source : katasapa.com

 

Tak hanya disukai oleh rakyat Cirebon saja, terasi rupanya sangat digemari oleh Raja dari Kerajaan Sunda Galuh, yang merupakan kerajaan di atas Kerajaan Cirebon. Bahkan, Raja pernah marah besar saat pelayannya tidak menambahkan terasi di dalam masakan yang dihidangkan untuknya. Tak berhenti sampai disitu, Sang Raja juga sangat murka saat mengetahui Kerajaan Cirebon menghentikan pengiriman upeti terasi dan garam untuknya. Hal ini sempat memicu penyerangan besar-besaran yang dilakukan oleh Kerajaan Sunda Galuh terdadap Kerajaan Cirebon.

 

Hingga saat ini, tak ada yang menampik kelezatan terasi. Meskipun memiliki bau yang menyengat, namun bau tersebut akan berganti dengan rasa yang lezat saat terasi sudah tercampur dalam sebuah masakan. Tak hanya sedap, terasi memiliki kandungan kalsium yang bagus bagi kesehatan tulang. Udang dalam terasi juga membuatnya memiliki kandungan protein yang baik untuk tubuh. Inas

Article Lainnya


Jus VS Smoothie, Pilih Mana??

Jus VS Smoothie, Pilih Mana??

Setelah mengulas plus minus alat pengolah buah dan sayuran, kini makanabis.com kembali akan ...

Sekilas Laksa

Sekilas Laksa

Sampai saat ini masih belum jelas asal usul laksa. Makanabis.com mendapati ada ada tiga teor...

JUICER VS BLENDER, MANA YANG LEBIH BAIK?

JUICER VS BLENDER, MANA YANG LEBIH BAIK?

Mungkin kita sering bertanya mengenai mana yang lebih baik: juicer atau blender? Mana yang lebih mem...

Som Tum Rujak Khas Thailand

Som Tum Rujak Khas Thailand

Berbicara rujak atau salad maka yang muncul di pikiran adalah hidangan yang berisi sayuran d...

JELAJAH