Kembali ke Article

Waspada Beras Berbahaya

26 Aug 2020 Ragam
Waspada Beras Berbahaya
26 Aug/2020

 

Keberadaan beras sangat penting dan menjadi   makanan pokok Indonesia.  Pemerintah menjamin tak hanya ketersediaannya, namun kualitas beras juga jadi perhatian. Meski begitu, Makanabis mendapati fakta, di beberapa tempat,  beras yang beredar di pasaran diberi tambahan pemutih, pelicin, dan pewangi agar penampakannya memikat pelanggan.

 

Permainan curang ini sangat merugikan konsumen. Karena tidak hanya mengambil keuntungan secara tidak halal, penambahan bahan-bahan tersebut dapat membahayakan kesehatan konsumen. Karenanya Makanabis akan membagi cara untuk  membedakan beras alami tanpa bahan tambahan.

 

 

Beberapa jenis beras memiliki keunggulannya masing-masing. Ada beras yang berwarna putih menarik, ada pula yang warnanya kusam. Warna tersebut  dipengaruhi oleh proses pengolahan beras dan adanya sisa kulit ari pada beras. Semakin banyak penggilingan yang dilakukan, beras akan berwarna semakin putih dan bersih. Pengikisan kulit beras memang akan membuat beras menjadi putih bersih, namun sisi negatifnya adalah kandungan vitamin dan mineral pada kulit ari juga ikut terbuang.

Umumnya beras tidak berwarna putih sempurna. Beras memiliki sedikit warna kekuningan. Bandingkan dengan beras ketan yang bukan merupakan makanan pokok, warna ketan sangat putih tanpa kekuningan. Beras juga memiliki tingkat kelicinan yang beragam, tergantung jenis berasnya. Beberapa varietas beras juga memiliki aroma harum yang memikat secara alami. Namun, tentu saja aroma tersebut tidak terlalu kuat.

 

Mengenali beras yang sudah ditambahkan zat tertentu, dapat terlihat dari penampakannya. Jika beras tersebut memiliki warna putih yang dominan, dan terasa sangat licin saat diraba, waspada. Bisa jadi beras tersebut sudah mendapatkan tambahan pemutih.

 

 

Demikian juga dari segi aroma. Varietas beras  yang wangi, misalnya pandan wangi, aroma harum akan tercium samar dan tetap khas beras. Namun, beras yang sudah diberikan bahan tambahan kimia berbahaya akan memiliki bau tak lazim. Bau ini lebih mirip seperti bau zat kimia dibanding bau khas beras.

Untuk pengujian, simpan beras tersebut selama beberapa hari. Hasilnya, beras yang sudah diberi tambahan akan mengeluarkan aroma yang kurang sedap. Air hasil cucian beras tersebut juga tidak keruh. Beras ini bila dimasak akan menimbulkan rasa asam pada nasi.

 

Umumnya zat pemutih yang ditambahkan pada beras adalah  klorin. Beras yang diberi zat klorin akan berwarna putih pekat dan tidak alami. Beras asli masih memiliki transparansi walaupun hanya sedikit. Namun, beras yang dicuci dengan klorin tidak sama sekali. Saat dimasak, warna nasinya tidak lagi putih, karena zat klorinnya telah luntur. Dari segi rasa, beras ini memiliki cita rasa yang kurang sedap.

 

Langkah terakhir untuk mengecek beras dengan bahan kimia tambahan adalah dengan mengambil beras sebanyak satu genggam. Remas dengan telapak dan jari tangan. Beras yang sudah diberi tambahan pelicin akan terasa licin saat diremas. Namun, butiran-butiran beras akan tetap melekat pada tangan setelah dilepaskan. Waspadalah dalam memilih beras, karena beras dikonsumsi tiap hari. Ada potensi penumpukan zat polutan dalam tubuh yang dapat membahayakan kesehatan.

Article Lainnya


Viral Korean Strawberry Milk

Viral Korean Strawberry Milk

Minuman populer di Korea saat ini adalah susu stroberi. Umumnya kafe-kafe disana menya...

Buat Sendiri Kaldu Udangmu

Buat Sendiri Kaldu Udangmu

Kaldu daging atau makanan laut menambah rasa yang luar biasa pada sup, semur, dan saus. Meskipun mun...

6 Ciri Fisik Kolestrol Sedang Tinggi

6 Ciri Fisik Kolestrol Sedang Tinggi

Secara medis kolesterol dapat dijelaskan sebagai senyawa lemak yang diproduksi oleh se...

Taybeh Beer, Bir Halal yang Menyatukan  Muslim, Kristen dan Yahudi

Taybeh Beer, Bir Halal yang Menyatukan Muslim, Kristen dan Yahudi

Hingga detik ini, perdamaian belum pernah terjadi di tanah Palestina. Negara yang diduduki I...

JELAJAH