Kembali ke Article

Yangko, Si Legit Manis Bekal Pangeran Diponegora Saat Perang

Yangko, Si Legit Manis Bekal Pangeran Diponegora Saat Perang  foto : istw
11 Apr/2020

 

Yangko merupakan kue khas Kotagede, Yogyakarta, yang terbuat dari adonan tepung beras ketan dan gula. Biasanya berbentuk kotak dengan paduan rasa legit, manis, dan gurih. 

 

 

Sekilas bentuk kue yangko mirip kue mochi. Namun kue yang disebut terakhir lebih lembek. Sedangkan kue yangko memiliki tekstur kenyal.

 

 

Kue yangko yang ‘original’ berwarna coklat. Namun terlihat berwarna putih karena balutan tepung di seluruh  permukaannya. Tepung dibubuhkan agar satu kue dengan kue yang lain tidak saling menempel.

 

Dengan isian kacang, pada awalnya kue yangko hanya memiliki satu macam rasa. Namun kemudian lebih beragam dengan berbagai rasa dan warna. Banyak toko yang menjualnya sebagai oleh-oleh khas daerah ini.

  

Bila kue yangko disebut mirip kue mochi, mungkin karena ada keterkaitan asal-usulnya. Makanabis mengutip sumber sejarah yang menuliskan konon, makanan ini memang berasal dari Tiongkok. Aslinya bernama kiangko. Lidah orang Jawa yang sering kesusahan menyebut istilah-istilah asing membuat namanya berubah menjadi yangko. 

foto : istw
foto : istw

 

Beberapa sumber lain menuliskan, makanan ini awalnya hanya dikenal sebagai makanan kaum ningrat dan para priyayi. Rakyat biasa jarang yang bisa menikmatinya karena harus mengeluarkan uang cukup besar untuk membuatnya.

 

Menurut sumber tersebut, Pangeran Diponegoro juga pernah membawa bekal kue yangko saat bergerilya melawan Belanda. Yangko dijadikan bekal karena tahan lama, tidak gampang basi.

 

Sumber lain menyebut, yangko baru mulai ada di Kotagede sejak 1921. Pembuat pertamanya bernama Mbah Alip. Namun kue buatannya ini baru naik daun pada 1939 bersamaan meninggalnya Paku Buwono X.

 

Waktu itu, raja Kasunanan Surakarta tersebut disemayamkan di Masjid Kotagede sebelum dimakamkan di Imogiri. Mbah Alip memanfaatkan momentum ini untuk menjajakan yangko buatannya ke kerabat keraton. Sejak itu lah makanan ini dikenal masyarakat luas.   

foto : istw
foto : istw

 

Pada 1980-an, makanan yang bisa tahan hingga 15 hari ini, hanya dibikin oleh Mbok Suprapto. Baru setelah dia meninggal, makanan ini tersebar kemana-mana oleh tangan-tangan mantan karyawannya.

 

Sekarang tidak hanya di Kotagede, yangko juga dibuat di Muntilan, Magelang, dan daerah sekitar Yogyakarta lainnya. Di daerah-daerah itu, setiap Hari Raya Iedul Fitri, banyak rumah yang menyajikan yangko untuk para tamu. Heru K.

 

Article Lainnya


Ribut dengan Chef Arnold, Ini Masakan Ekstrem Bobon Santoso

Ribut dengan Chef Arnold, Ini Masakan Ekstrem Bobon Santoso

Bagi penggemar kuliner ekstrem, pasti sudah tak asing lagi dengan Youtuber Bobon Santoso. Namanya ba...

Jangan Menyerah!!! Bahan Dapur ini Bikin Gigi Putih dalam 5 Menit Saja

Jangan Menyerah!!! Bahan Dapur ini Bikin Gigi Putih dalam 5 Menit Saja

Memiliki gigi kuning merupakan masalah yang umum saat ini, terutama pada orang yang berusia diatas 3...

Ingin Lingkar Pinggang Ramping? Ini Solusinya!!!!

Ingin Lingkar Pinggang Ramping? Ini Solusinya!!!!

Membakar lemak yang menumpuk di tubuh adalah salah satu hal tersulit dalam hidup ini. Namun, beberap...

Selat Solo, Steak Lokal Gabungan Dua Budaya

Selat Solo, Steak Lokal Gabungan Dua Budaya

Sama seperti seluruh daerah di Indonesia, Solo juga memiliki makanan khas yang beragam. Tak hanya se...

JELAJAH