Dangke, Keju Asli Enrekang untuk yang Sulit Mendapat Momongan

andrew   07 September 2019 Selera Nusantara

Dangke dalam sajian, foto:pemudaFM .

Salah besar, jika mengira keju hanya ada di luar negeri. Makanan yang berasal dari susu sapi ini kerap kali dimakan bersama roti, kue atau pun penambah variasi rasa bagi hidangan-hidangan lainnya ini memang selalu ada di menu-menu masakan Eropa dan Amerika..

Mungkin banyak yang belum tahu jika di  Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, menjadi satu-satunya wilayah di Indonesia penghasil keju lokal yang disebut Dangke. Keju lokal Ini berbahan baku susu kerbau atau sapi yang dibekukan.


Proses pemerahan susu, foto: mangabay.

Getah Pepaya

Konon, jenis keju hasil fermentasi susu sapi ini sudah diproduksi semenjak tahun 1900-an. Dangke ini sangat mirip dengan  pada ‘Keseek’, keju buatan Jerman dengan tekstur lembut seperti tahu dan berwarna putih. Mengolah susu sapi menjadi dangke terbilang cukup unik dan rumit. Sebelum di fermentasi,   susu sapi segar akan dipanaskan dengan suhu kurang lebih 70 derajat celcius. Untuk memisahkan kandungan lemak susu dari air, masyarakat Enrekang memanfaatkan getah pepaya.  Adalah getah dari pepaya yang dijadikan pemisah susu dari kandungan air dan lemaknya.

Selain untuk memisahkan air, getah pepaya ini juga   yang memadatkan susu sapi menjadi bongkahan-bongkahan keju berwarna putih. Dan untuk memberikan variasi dan cita rasa berbeda, warga Enrekakng kadang juga menambahkan nanas matang pada proses pembuatan dangke. Jadilan dangke yang berwarna kekuningan dengan cita rasa nanas.

Ketika proses masih setangah jalan, satu bongkah dangke biasanya  setara dengan 2 liter susu segar. Setelah padat dan terfermentasi, bongkahan-bongkahan keju yang masih   kategori Soft Cheese atau keju lunak ini kemudian diberi garam dan dicetak dengan tempurung-tempurung kelapa yang sudah dibersihkan sebelumnya untuk kemudian dibungkus dengan daun-daun pisang.


Pemisahan antara air dan lemak, foto:mangabay.

Terapi Kesuburan

Umumnya masyarakat Enrekang mengolah dangke dengan menggoreng   atau di panggang. Pengolahan ini bisa di lakukan secara bersamaan dengan  mempersiapkan bongkahan-bongkahan Dangke menjadi hidangan yang siap dinikmati. Sepiring nasi putih  hangat dan sambal terasi adalah teman yang paling pas untuk menyantap potongan-potongan keju lokal ini.

Pilihan untuk   menikmati dangke dengan ‘pulu mandoti.’ Beras yang bila ditanak aroma wanginya bisa tercium sampai ratusan meter dari dapur. Dangke  Enrekang, keju yang juga dipercaya bisa memperbaiki kualitas sperma dan meningkatkan stamina. Ada juga yang menyebut nama dangke ini berasal dari bahasa Belanda. Dalam bahasa Belanda danke artinya terima kasih. Konon kata inilah yang diucapkan orang-orang Belanda saat di beri hidangan khas Enrekang ini. Mendengar ucapan danke, orang Enrekang lantas memberi nama makanan ini dangke. Dan sejak itulah, keju putih ini bernama dangke. Sudah gak zaman makan diresto pake antri, Pre Oderkan menu pilihanmu, dapatkan diskon hingga 50%, penasaran? cari tahu di meeberian. Paskalis Andrew  



Artikel Terkait