Filosofi Nasi Tumpeng

andrew   16 Agustus 2019 Food Story

foto:enno

Tumpeng. Siapa yang tak kenal dengan tumpeng? Tumpeng identik dengan berbagai acara penting seperti selamatan, pernikahan, ultah dan acara penting lainnya seperti perayaan Hut RI tiap tanggal 17 Agustus. Biasanya tumpeng disajikan dalam bentuk kerucut yang terdiri dari nasi dengan lauk-pauknya. Olahan nasinya berupa nasi kuning, nasi putih atau nasi uduk. Biasanya ditata di atas tampah yaitu wadah bulat yang terbuat dari anyaman bambu. Tak lupa juga dialasi daun pisang.

Mengapa tumpeng bentuknya kerucut? Hal ini berkaitan dengan falsafah tumpeng yang berkaitan erat dengan kondisi geografis Indonesia terutama pulau Jawa dengan gunung berapinya. Jadi bentuk kerucut dimaksudkan untuk meniru bentuk gunung suci tempat dewa-dewi. Sejak itulah tumpeng menjadi semakin dekat dengan kebudayaan Indonesia saat mengadakan acara syukuran.

Tak hanya enak tapi juga bermakna.Perlu kita ketahui, tumpeng terdiri dari bermacam-macam bentuk yang memiliki maknanya tersendiri sesuai dengan acara yang akan diadakan. Nasi tumpeng disajikan sangat lengkap. Dilengkapi dengan berbagai menu makanan lain seperti kedelai goreng, timun, perkedel, daun seledri dan lain sebagainya. Setiap pemberian warna dan lauk ternyata memiliki makna tersendiri. Berikut ini adalah beberapa jenis tumpeng dengan maknanya:


Tumpeng Robyong
Tumpeng robyong adalah tumpeng tanda sukacita atau kegembiraan. Biasanya digunakan untuk acara hajatan pernikahan atau khitanan. Digunakan juga pada saat upacara siraman adat Jawa. Pernak-pernik yang menyertai tumpeng ini adalah telur ayam utuh, terasi bakar, bawang merah utuh, dan cabai merah yang semuanya ditusuk dengan sujen seperti sate, diletakkan di ujung atas tumpeng. Dikelilingi sayur-sayuran agar terkesan meriah.Merupakan simbol kesuburan, keselamatan dan kesejahteraan. Mampu menghidupi untuk kesejahteraan sejati. Bentuk tumbuhan robyong yakni menggambarkan hidup dan tumbuh berkembang.

Tumpeng Tujuh Bulanan
Tumpeng tujuh bulanan sering digunakan dalam syukuran masyarakat Jawa. Wajib dihidangkan saat acara mitoni atau selamatan tujuh bulanan kehamilan. Agar calon ibu dan bayinya sehat, lahir selamat dan persalinan lancar. Makna dibalik tumpeng tujuh bulanan diharapkan akan memberikan kebaikan dalam kandungan sang ibu. Semuanya berjalan lancar.


Tumpeng Megana

Jenis tumpeng ini dibuat untuk merayakan suatu kelahiran. Dilengkapi dengan nasi putih dan sayur mayur. Melambangkan kesucian dan pengharapan doa bagi kehidupan sang anak kelak.

Tumpeng Pungkur
Tumpeng ini untuk tradisi selamatan setelah pemakaman jenazah muslim. Biasanya dilakukan setelah pelayat pulang kembali ke rumah.  Tumpeng pungkur memiliki dua gunungan nasi yang ungkur-ungkuran atau posisinya bertolak belakang.Makna dari tumpeng pungkur ini adalah sebagai makan bersama terakhir antara salah satu dari anggota keluarga yang meninggal dunia. Tanda perpisahan antara yang meninggal dan yang masih hidup. Agar semuanya terbebas dari pengaruh jahat atau sebagai tolak bala.

Tumpeng Tumbuk

Tumpeng tumbuk disajikan pada saat ulang tahun terutama saat usia 64 tahun yang dianggap telah  melebihi usia Nabi Muhammad SAW. Tumpeng ini dihias dengan kepangan kacang panjang dari puncak ke dasar. Tumpeng tumbuk melambangkan umur panjang seseorang yang dilambangkan dengan kacang panjang.

Setelah mengetahui berbagai macam tumpeng dan maknanya maka kamu pastinya sudah bisa menentukan jenis tumpeng apa yang cocok untuk acara kamu. Pada dasarnya setiap tumpeng berisi tentang doa yang baik buat kita semua meskipun maknanya berbeda-beda. Paskalis Andrew.


Artikel Terkait