Nikmat Bubble Tea dan Risikonya

putri   16 Agustus 2019 Minuman

.

Setelah sempat viral mengenai minuman mango smoothies, kali ini muncul lagi minuman baru lainnya. Sebenarnya sih enggak baru banget. Hanya saja di Indonesia, minuman ini baru saja ngehits. Kali ini, tim makanabis akan membahas mengenai bubble tea, minuman anak kekinian yang enggak boleh kamu lewatkan. Siapa sih, yang enggak tahu bubble tea?


.

Sesuai namanya, minuman ini sebenarnya adalah minuman teh yang memiliki rasa ataupun original, yang kemudian diberikan berbagai macam topping. Minuman ini lebih dulu populer di Taiwan. Lalu kenapa diberi nama bubble tea? Sebenarnya bubble ini merupakan salah satu topping dari minuman teh. Topping bubble itu merupakan topping berbentuk bulat berukuran kecil. Nama lain untuk menyebutkan bubble ini adalah  pearl ataupun boba. 

Bisa dibilang, ini adalah topping yang paling populer. Topping lainnya seperti puding, nata de coco ataupun cincau hitam. Alhasil, minuman bubble tea ini memiliki julukan lainnya yaitu boba tea. Akan tetapi, nama boba tea inilah yang benar dibandingkan disebut dengan bubble tea. Namun karena sudah terlanjur mendunia, akhirnya dibiarkan saja. Lagipula, bentuk boba memang seperti bubble, bukan?


.

Bubble/pearl/boba adalah bola-bola yang terbuat dari tepung tapioka alias tepung yang terbuat dari umbi singkong. Ketika digigit, teksturnya sangat kenyal dan membal. Rasanya juga cukup manis, karena mengandung cukup banyak gula. Bola kenyal ini memiliki ukuran dan warna yang bervariasi. Ada yang berukuran kecil, ada pula yang berukuran sedikit lebih besar. Warnanya pun beragam, mulai dari kuning, merah hingga hitam. Dalam membuat boba ini ternyata membutuhkan proses yang cukup panjang. Tepung tapioka ini harus melalui tahap detoksifikasi untuk mengeluarkan racun yang berbahaya. Hal ini dikarenakan starch ini mengandung sianida yang tentunya sangat membahayakan bagi tubuh. 


.

Sayangnya kamu enggak diperbolehkan untuk terlalu sering mengonsumsinya, meskipun rasanya bikin ketagihan. Segelas bubble tea atau boba tea, bisa mengandung 300-400 kalori. Lumayan banyak, ya? Selain itu, kamu pasti sudah tahu jika banyak bermunculan kasus yang berkaitan dengan minuman ini. Mulai dari kasus boba tea yang menempel di usus, harus operasi karena boba tea, hingga sembelit. Lantas ini membuat banyak orang bertanya-tanya. Sehatkah minuman bubble tea atau boba tea ini? Beberapa kasus di atas terjadi lantaran boba tidak dapat terserap dengan sempurna dan cepat oleh pencernaan kita. Alhasil mereka menumpuk, dan kian menumpuk. Apalagi jika kita mengonsumsinya secara berlebihan. 


.

Di dalam pembuatan boba tersebut menggunakan tepung tapioka, dimana di dalamnya terdapat pati yang bersifat resisten, dimana pati tersebut tidak dapat dicerna oleh tubuh. Sebenarnya pati resisten yang ada pada tapioka sangat bermanfaat bagi kesehatan usus. Pati tersebut dapat memproduksi lapisan lender pada usus kita, yang berfungsi untuk pemecah makanan. Akan tetapi hal tersebut hanya akan berlaku jika kita mengonsumsinya secara wajar. Pati menjadi makanan bakteri baik yang memproduksi lapisan lendir pada usus untuk memecah makanan.

Minum bubble tea atau boba tea boleh-boleh saja. Asalkan jangan berlebihan, ya!

(putri aisya pahlawani)


Artikel Terkait