Kopi Makin Nikmat dengan Metode Putar Balik Aeropress

andrew   12 Agustus 2019 Coffee N Tea

Bagi anda penikmat kopicoffee maker adalah teman sejati selain biji kopi. Coffee maker terbagi menjadi dua yaitu coffee maker otomatis atau elektrik dan manual kedua cara ini sama-sama membuat rasa kopi yang nikmat. Contoh coffee maker manual seperti Moka Pot, Rok Presso, French Press, Aeropress, V60, Chemex, Vietnam Drip, Syphon. Dari sekian banyak contoh coffee maker manual memiliki segala bentuk dan desain yang beragam, unik, dan juga menarik untuk banyak orang.

Kali ini makanabis akan membahas coffee maker manual yaitu aeropress. Aeropress sendiri muncul pada 2005, Alan Adler adalah seorang yang berhasil membuat alat seduh kopi modern yang dikenal dengan nama Aeropress. Alat ini memiliki bentuk yang cukup ekslusif.

Alan Adler sendiri adalah seorang professor teknik mesin dari Stanford University yang berhasil memegang lebih dari 40 hak paten, termasuk desain untuk sistem instrumentasi pesawat militer dan reaktor nuklir. Juga untuk kapal, seruling, mainan, dan tentu saja mesin pembuat kopi.


Kopi Cepat Nikmat

Tak hanya disitu saja ia juga pernah memberikan kuliah tamu di NASA, Google, dan The Royal Aeronautical Society diLondon. . Ia mengatakan bahwa ia membuat keputusan yang jelas untuk bertahan dengan bisnis kopi beberapa waktu lalu. Sementara pernyataan yang dibuat tahun lalu oleh inovator yang kini berusia 79 tahun tersebut menyiratkan bahwa masa pensiunnya sudah dekat. Adler menganggap bahwa kehidupan kerjanya menjadi pilihan yang lebih sehat daripada menganggur. Kini alat seduh kopi Aeropress yang ia temukan diabad ke 21 cukup popular diberbagai belahan dunia. Karena kepraktisannya dan citarasa kopinya pun tidak hilang.

Adler memastikan bahwa produk baru tersebut akan membuat penikmat kopi semakin menyukai Aeropress dalam menyajikan secangkir kopi. Karena kepopulerannya, tak heran sering diadakan kejuaraan membuat kopi dengan Aeropress seperti World Aeropress Championship setiap tahunnya.


.

Sang penemu juga telah mengeksplorasi desain tekanan tinggi untuk alat seduh kopi Aeropress. Menurut Adler hasil seduhan menggunakan Aeropress sama kuatnya dengan espresso tradisional dalam hal persentase TDS. Oleh karena itu tekanan tambahan tidak memberi kontribusi positif.

Alat Aeropress terdiri dari satu tabung (chamber) dan bagian penekan (plunger). Cara menggunakan alat seduh kopi Aeropress adalah kopi bubuk dimasukkan ke dalam chamber. Kemudian dituangkan air panas ke atas kopi; campuran ini diaduk sebelum disaring melalui mikrofilter dengan mendorong plunger ke bawah.


.

Metode Terbalik

Terjadi dinamika dalam penggunaannya alat seduh kopi Aeropress. Pada sekitar 2010an, tren dalam menggunakan alat seduh kopi Aeropress adalah dengan diputar balik, karenamengakibatkan dosis kopi cenderung banyak. Ekstraksi menjadi lebih singkat dengan beberapa kali pengadukan. Untuk hal itu sang penemu pernah berujar:

“Saya telah mewawancarai banyak orang dan bertanya mengapa mereka melakukannya terbalik, dan mereka berkata: yah, mereka diajari melakukannya seperti itu,” terang Adler. “Ketika saya mengatakan kepada mereka bahwa itu membuat kopi lebih pahit, mereka mencobanya dengan cara biasa dan mereka melaporkan kembali kepada saya bahwa mereka menyukai cara yang biasa tersebut.”


.

Karena itu, teknik diputar balik dalam membuat kopi dengan alat seduh kopi Aeropress tersebut dikembalikan lagi ke cara awal oleh Jeff Verellen pemenang World Aeropress Championship pada  2011 dan 2013. Ia menggunakan Aeropress tanpa dibalik, dan lewat Jeff-lah beberapa inovasi baru lahir dalam membuat kopi dengan Aeropress, salah satunya yaitu teknik blooming selama 30 detik.

Pada saat ini metode penggunaan Aeropress dengan cara putar balik kembali digunakan dalam World Aeropress Championship. Pada dasarnya, Anda bisa bereksperimen menggunakan alat ini. Sehingga Anda bisa menghasilkan rasa sesuai selera.Paskalis Andrew/Berbagai sumber


Artikel Terkait