MSG (Monosodium Glutamate), Berbahayakah?

putri   21 Agustus 2019 Healthy Food

.

“Jangan makan micin, nanti kamu jadi bodoh”. Pernah dengar kalimat itu? Berbagai perdebatan mengenai bolehkah kita mengonsumsi micin atau tidak, masih terjadi di luar sana. Sebagian orang merasa jika micin alias MSG aman untuk dikonsumsi, karena keamanannya telah diakui oleh badan dunia yang kompeten dalam bidang makanan. Sedangkan, bagian lainnya benar-benar merasa jika MSG ini bisa membuat siapapun yang mengonsumsinya menjadi bodoh. Makanabis tergelitik untuk mengupas mengenai hal ini. Sebenarnya, MSG ini aman untuk dikonsumsi atau tidak ya?

MSG atau Monosodium Glutamate, adalah penyedap rasa. Masyarakat lebih sering menyebutnya micin. Masakan yang ditambahkan MSG ini menjadi lebih nikmat, karena terasa lebih gurih. Tentu saja ini sesuai dengan keterangan yang terdapat pada kemasan MSG, bertuliskan “Umami”. Umami adalah serapan dari kata Jepang yang artinya adalah merunjuk pada cita rasa gurih. Cita rasa yang gurih inilah yang membuat produksi air liur menjadi banyak, dan membuat orang menjadi nafsu makan. Buat mereka yang sedang sakit, penambahan penyedap rasa gurih ini akan merangsang air liur untuk berproduksi dan meningkatkan selera makan.


.

MSG itu terbuat dari tetes tebu yang melalui proses fermentasi. Proses pembuatannya ini cukup panjang, namun telah mendapat pengawasan dari badan keamanan pangan. MSG mengandung  tiga zat yaitu Asam Glutamat (78%), Natrium atau sodium (12%) dan air (10%). Glutamat enggak hanya terdapat pada produk MSG, namun bisa ditemukan pada makanan alami sehari-hari seperti susu, keju atau tomat. Tubuh kita pun juga menghasilkan asam amino esensial ini, lho. Sedangkan kandungan Natrium pada MSG bahkan lebih rendah dibandingkan garam. MSG memiliki Acceptable Daily Intake (ADI) not specified, atau spesifikasi dimana bahan makanan tersebut memiliki toksisitas yang sangat rendah didasarkan pada data kimia, biokimia, toksikologi, dan data lainnya. Lantas apa yang membuat masyarakat menganggap jika MSG ini berbahaya, bahkan mampu membuat seseorang menjadi bodoh? Padahal dilansir dari laman Foodinsight.org, WHO dan juga FAO (Food and Agicultural Organization) mengatakan jika MSG adalah termasuk bahan makanan yang aman dikonsumsi. 


.

Asal muasal mengenai anggapan bahwa MSG itu berbahaya. Anggapan ini awalnya berasal dari adanya surat yang dikirimkan oleh Dr. Ho Man Kwok kepada New England Journal of Medicine pada tahun 1988 silam. Isi suratnya adalah menceritakan dirinya yang mengalami beberapa gejala yang sama setelah dirinya mengonsumsi masakan dari restoran Cina yang ada di Amerika Serikat. Gejala tersebut tersebar luas dan dinamakan dengan Chinese Restaurant Syndrome atau “sindrom restoran China”.

Singkatnya, ternyata orang tersebut mengalami intoleran atau alergi terhadap salah satu bahan yang terkandung dalam zat glutamat tersebut. Beberapa gejala yang dikeluhkannya merupakan gejala alergi. Alergi pada orang tersebut, sama seperti ketika seseorang alergi terhadap udang. Bukan berarti semua orang akan mengalami gejala yang sama setelah memakan udang, kan? Hanya beberapa orang saja yang alergi terhadap udang, yang akan mengalami gejala tersebut. Ini juga berlaku bagi pengonsumsian MSG. Enggak semua orang lantas akan mengalami gejala yang sama, setelah mengonsumsi MSG.


.

Sesuatu yang dikonsumsi berlebihan akan menimbulkan efek yang kurang baik, termasuk MSG. Manusia itu rata-rata mengkonsumsi 13 gr glutamat setiap harinya. Glutamat ini didapat dari protein dalam makanan. MSG yang ditambahkan masakan, diperkirakan hanya sekitar 0,55 gram per hari. Kamu sudah mendapatkan glutamat alami yang terkandung pada protein makanan, ditambah dengan glutamat dari MSG. Selama tidak dikonsumsi secara berlebihan, maka MSG aman untuk dikonsumsi. Jika melebihi jumlah kebutuhan, maka MSG bisa berbalik menjadi sesuatu yang tidak baik bagi tubuh. Apapun yang dikonsumsi secara berlebihan itu memang tidak baik. Air putih yang menyandang status sebagai minuman yang paling baik untuk tubuh kita, akan menjadi kurang baik jika dikonsumsi secara berlebihan.


.

MSG yang dikonsumsi secara berlebihan akan memiliki efek buruk seperti membuat tubuh menjadi lemas, kulit memerah, rasa terbakar di beberapa bagian tubuh tertentu, sakit kepala hingga merasa mual. Intinya, MSG ini sebenarnya aman untuk dikonsumsi asalkan dengan porsi secukupnya. Badan kesehatan dunia (WHO) menyebutkan batasan konsumsi MSG yang aman, yaitu 1/3 ounce per hari atau 9,45 gram per hari. Jika kamu mulai merasa mengalami gejala ini setelah mengonsumsi MSG, segeralah untuk membatasi penggunaannya.

Ingin menambah rasa gurih atau umami pada masakan tanpa menggunakan MSG? Kamu bisa memilih untuk menambahkan bahan alami seperti contohnya dashi (kaldu jepang yang terbuat dari katsuobushi), ataupun keju.


Artikel Terkait